TEMPLAT TUGAS AKHIR S1

Download Penggunaan seduhan daun ceremai dan kemiri sunan sebagai nematisida botani adalah salah satu metode alternatif...

0 downloads 163 Views 22MB Size
POTENSI SEDUHAN DAUN CEREMAI (Phyllanthus acidus [L.] Skeels) DAN KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) UNTUK PENGENDALIKAN Meloidogyne spp. PADA TANAMAN TOMAT

ANGGUN SASMITA

DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2016

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA* Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Potensi Seduhan Daun Ceremai (Phyllanthus acidus [L.] Skeels) dan Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) untuk Pengendalikan Meloidogyne spp. pada Tanaman Tomat adalah benar karya saya dengan arahan dari dosen pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor. Bogor, Januari 2016 Anggun Sasmita NIM A34110040

____________________

*Pelimpahan hak cipta atas karya tulis dari penelitian kerja sama dengan pihak luar IPB harus didasarkan pada perjanjian kerja sama yang terkait.

ABSTRAK ANGGUN SASMITA. Potensi Seduhan Daun Ceremai (Phyllanthus acidus [L.] Skeels) dan Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) untuk Pengendalikan Meloidogyne spp. pada Tanaman Tomat. Dibimbing oleh ABDUL MUNIF. Nematoda puru akar Meloidogyne spp. adalah salah satu penyakit penting pada tanaman tomat. Penggunaan seduhan daun ceremai dan kemiri sunan sebagai nematisida botani adalah salah satu metode alternatif untuk pengendalian nematoda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi seduhan daun ceremai dan kemiri sunan dalam mengendalikan Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Daun ceremai dan kemiri sunan dihaluskan dengan pelarut air dan diinkubasi dengan cara aerasi dan tanpa aerasi selama dua minggu dan disaring untuk mendapatkan seduhan daun ceremai dan kemiri sunan. Dalam penelitian ini, masing-masing seduhan diuji pada konsentrasi 10% dan 30% (v/v). Hasil uji fitotoksisitas menunjukkan bahwa seduhan daun ceremai dan kemiri sunan tidak bersifat toksik pada tanaman tomat. Aplikasi seduhan di rumah kaca menunjukkan bahwa seduhan daun ceremai aerasi pada konsentrasi 10% dan daun kemiri sunan tanpa aerasi pada konsentrasi 30% mampu menekan puru hingga 65%. Seduhan daun ceremai dan kemiri sunan mampu meningkatkan bobot basah, bobot kering dan tinggi tanaman tomat. Hasil pengujian in vitro terhadap juvenil Meloidogyne spp. menunjukan bahwa seduhan daun ceremai dan kemiri sunan dapat menyebabkan 10%-24% kematian juvenil setelah 24 jam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seduhan daun ceremai dan kemiri sunan mempunyai efek nematisida terhadap Meloidogyne spp. Kata kunci: aerasi, fitotoksisitas, nematisida botani, Meloidogyne spp., tomat

ABSTRACT ANGGUN SASMITA. The Potency of Leaves Infusion of Tahitian Gooseberry Tree (Phyllanthus acidus [L.] Skeels) and Philippine Tung (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) to Control Meloidogyne spp. on Tomato Plant. Supervised by ABDUL MUNIF. Root knot nematode Meloidogyne spp. is one of the important diseases on tomato. Utilization of leaves infusion tahitian gooseberry tree and philippine tung tree as botanical nematicides is one of alternative methods for controlling nematodes. The objective of this research was to evaluate the potency of leaves infusion of tahitian gooseberry tree and philippine tung tree to control Meloidogyne spp. on tomato plants. Leaves of these plant were blended with solvent water and incubated with and without aeration for two weeks and filtered to obtain leaves infusion of tahitian gooseberry tree and philippine tung. In this research, each infusion were tested at concentrations of 10% and 30% (v/v). Phytotoxicity test showed these infusions were not toxic on tomato plants. Applications in greenhouse showed that leaves infusion of tahitian gooseberry tree by aeration concentration of 10% and philippine tung without aeration at concentration of 30% were able to suppress root knot up to 65%. Infusion of leaves of tahitian gooseberry tree and philippine tung were able to increase wet weight, dry weight and high plants of tomato. In vitro test to juvenil of Meloidogyne spp. showed that these infusions may caused 10-24% mortality of juvenile after 24 hours. Results of this research indicated that leaves infusion of tahitian gooseberry tree and philippine tung tree have nematicidal effect to Meloidogyne spp. Keywords: aeration, botanical nematicides, Meloidogyne spp., phytotoxicity, tomato

© Hak Cipta Milik IPB, Tahun 2016 Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan IPB. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis ini dalam bentuk apa pun tanpa izin IPB.

1

POTENSI SEDUHAN DAUN CEREMAI (Phyllanthus acidus [L.] Skeels) DAN KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) UNTUK PENGENDALIKAN Meloidogyne spp. PADA TANAMAN TOMAT

ANGGUN SASMITA

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Departemen Proteksi Tanaman

DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2016

2

4

5

PRAKATA Alhamdulillah puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Potensi Seduhan Daun Ceremai (Phyllanthus acidus [L.] Skeels) dan Daun Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) untuk Pengendalian Meloidogyne spp. pada Tanaman Tomat”. Tugas akhir Penelitian ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Terima kasih penulis sampaikan kepada Dr. Ir. Abdul Munif, MSc.Agr. selaku dosen pembimbing skripsi yang selalu memberikan bimbingan, pengetahuan, saran, arahan dan masukan kepada penulis. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Dr. Ir. Sugeng Santoso M.Agr. selaku dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran untuk menyempurnakan penulisan tugas akhir ini. Di samping itu, ungkapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada Ayah, Ibu, Ayuk dan adik-adik yang selalu memberikan doa, dukungan dan kasih sayangnya yang tulus kepada penulis. Terimakasih juga kepada teman-teman satu bimbingan yaitu Nurul Fauzi dan Kak Vera Rachmawati, teman-teman satu kosan Arsida 1 yaitu Selvia Wulan hajijah, Yusriah K, Geubrina Maghfirah dan Elvira Rachmawati dan teman-teman PTN 48 yaitu Pipit Ernawati, Euis Marlina, Mutia Ayu P, Pipih Nurparidah, Listihani, Phor Bho Ayuwati, Siti Rizkah Sagala dan teman-teman semuanya yang tidak bisa disebutkan satu per satu serta kakak-kakak Laboratorim Nematologi dan pihak lain yang mendukung terlaksananya tugas akhir penulis. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi yang memerlukannya.

Bogor, Januari 2016 Anggun Sasmita

6

7

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Alat dan Bahan Penyiapan Bahan Percobaan Penyiapan Seduhan Daun Ceremai dan Kemiri Sunan Ekstraksi Nematoda dari Sampel Akar Uji Fitotoksisitas Uji In Vivo Uji In Vitro Isolasi Cendawan dan Bakteri dari Seduhan Daun Ceremai dan Kemiri Sunan Rancangan Percobaan dan Analisis Data HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi pengambilan sampel dan Morfologi Tanaman Seduhan Daun Ceremai dan Kemiri Sunan Uji Fitotoksisitas Hasil Pengujian In Vivo Hasil Pengujian In Vitro Kelimpahan dan Keragaman Cendawan dan Bakteri KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP

viii viii viii 1 1 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 5 5 5 6 6 6 7 8 10 12 13 13 13 14 17 21

8

viii

DAFTAR TABEL 1 2 3 4 5 6 7

Hasil pengukuran pH dan warna seduhan daun ceremai dan kemiri sunan Pengaruh seduhan daun ceremai dan kemiri sunan terhadap fitotoksisitas Pengaruh seduhan daun ceremai dan kemiri sunan terhadap jumlah puru akar pada tanaman tomat Pengaruh seduhan daun ceremai dan kemiri sunan terhadap berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk dan berat kering akar Pengaruh seduhan daun ceremai dan kemiri sunan terhadap tinggi tanaman tomat Pengaruh seduhan daun ceremai dan kemiri sunan terhadap persentase kematian J2 Meloidogyne spp. Hasil isolasi cendawan dan bakteri dari seduhan daun ceremai dan kemiri sunan

7 8 8 9 10 11 12

DAFTAR GAMBAR 1 2 3 4

Tanaman ceremai Tanaman kemiri sunan Contoh seduhan daun ceremai dan kemiri sunan Akar tanaman tomat oleh beberapa perlakuan seduhan

6 6 7 9

DAFTAR LAMPIRAN 1 2 3 4 5 6 7 8

Hasil analisis sidik ragam jumlah puru per gram akar Hasil analisis sidik ragam berat basa tajuk Hasil analisis sidik ragam berat basa akar Hasil analis sidik ragam berat kering tajuk Hasil analisis sidik ragam berat kering akar Pengaruh seduhan daun ceremai dan kemiri sunan terhadap fitotoksisitas tanaman tomat Pengaruh seduhan daun ceremai terhadap fitotoksisitas tanaman tomat Pengaruh seduhan daun kemiri sunan terhadap fitotoksisitas tanaman tomat

18 18 18 18 19 19 20 20

1

PENDAHULUAN Latar Belakang Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) merupakan tanaman semusim yang berasal dari Amerika Latin lebih tepatnya di Peru. Tanaman tomat mulai masuk ke Eropa pada awal abad ke 16, sedangkan penyebarannya ke benua Asia dimulai dari Filipina melewati jalur Amerika Selatan (Trisnawati dan Setiawan 1994). Buah tomat banyak dimanfaatkan sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, minuman, dan sebagai bahan baku industri misalnya dibuat saus, bahan pewarna makanan, dan kosmetik. Tomat juga sebagai sumber gizi. Nilai gizi setiap 100 gram buah tomat masak mengandung 20 kalori, 1 g protein, 0.3 g lemak, 4.2 g karbohidrat, 1500 SI (satuan internasional) vitamin A, 0.06 mg vitamin B, 40 mg vitamin C, 5 mg kalsium, 26 mg fosfor, 0.5 mg besi, dan 94 g air (Cahyono 2008). Tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan masih memerlukan penanganan serius, terutama dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas buahnya (Hanindita 2008). Berdasarkan data produksi tanaman sayuran di Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS 2015), pada tahun 2014 produktivitas tomat adalah sebesar 15.52 ton/ha. Produktivitas tomat tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar 16.61 ton/ha. Salah satu kendala yang dihadapi dalam meningkatkan produktivitas tomat adalah gangguan hama dan penyakit tanaman. Patogen yang menyerang tanaman tomat salah satunya adalah nematoda puru akar (NPA) yang disebabkan Meloidogyne spp. Nematoda puru akar merupakan salah satu patogen penting pada tanaman sayuran. Kehilangan hasil pada tanaman tomat akibat serangan nematoda di daerah tropis berkisar 24% sampai 38% (Luc et al. 1995). Tanaman tomat yang terserang Meloidogyne spp. akan lebih rentan terinfeksi patogen lain seperti Fusarium oxysporum dan Ralstonia solanacearum (Agrios 2005). Serangan NPA mengakibatkan kerusakan pada akar, penyerapan unsur hara terhambat sehingga akar lebih sedikit, tanaman menjadi kerdil, daun mengalami klorosis, layu dan berguguran, sementara pada serangan yang parah tanaman akan mati (Taylor dan Sasser 1987). Upaya untuk mengurangi kerugian akibat infeksi Meloidogyne spp. telah banyak dilakukan antara lain dengan pergiliran tanaman, penggenangan air dan penggunaan pestisida sintetik. Penggunaan pestisida sintetik yang kurang bijaksana dapat merugikan terhadap lingkungan (Kardinan 2002). Oleh karena itu, pestisida nabati merupakan salah satu alternatif pengendalian Meloidogyne spp. karena sifatnya yang mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan serta aman bagi manusia dan hewan (Asmaliyah et al. 2010). Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Tumbuhan mengandung bahan kimia yang merupakan produksi metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai alat pertahanan dari serangan organisme pengganggu. Lebih dari 2400 jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam 235 famili dilaporkan mengandung bahan pestisida (Kardinan 2002). Ceremai “Tahitian gooseberry tree” (Euphorbiaceae) merupakan salah satu tanaman Genus Phyllanthus. Sebagian besar anggota dari genus ini telah diketahui sebagai tanaman obat (Hariyani et al. 2013). Uji fitokimia menunjukkan bahwa

2 daun ceremai mengandung senyawa flavonoid, tannin dan saponin. Senyawasenyawa yang terkandung dalam ekstrak daun ceremai mempunyai efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypty (Pratiwi et al. 2013) dan larva Anopheles aconitus (Nirmawati 2010). Pengujian secara in vitro membuktikan bahwa daun ceremai memiliki efektivitas sebagai antimikroba terhadap bakteri Salmonella typhi (Lestari 2013). Kemiri sunan “Philippine tung” (Euphorbiaceae) adalah tanaman yang sangat potensial sebagai penghasil minyak nabati (Heyne 1987). Tanaman ini jarang terserang hama dan penyakit karena adanya kandungan zat beracun yang terdapat pada hampir seluruh tanaman kemiri sunan (Balitbang Pertanian 2009). Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi seduhan daun ceremai dan kemiri sunan untuk mengendalikan nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) serta mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang potensi seduhan daun ceremai dan kemiri sunan dalam mengendalikan penyakit khususnya puru akar yang disebabkan oleh nematoda puru akar Meloidogyne spp. pada tanaman tomat dan pengaruhnya dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat.

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Nematologi Tumbuhan, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor dan rumah kaca SEAMEO BIOTROP (Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology) Tajur, Bogor. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai Juli 2015. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelas ukur, mikropipet, pH meter, saringan 50, 100, 500 mesh, blender, tabung Erlenmayer, tabung reaksi, cawan petri, cawan Syracaus, gunting, tip, wadah plastik, aerator, vortex, bunsen, autoklaf, tray dan polybag. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih tomat, tanah, pupuk kandang, pasir, akar tomat yang terinfeksi Meloidogyne spp., daun ceremai, daun kemiri sunan, air steril, potato dextrose agar, trypticase soy agar, Chloramfenikol, alkohol 70% dan aluminium foil. Penyiapan Bahan percobaan Pembuatan Seduhan Daun Ceremai dan Kemiri Sunan Daun ceremai yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Desa Babakan, Desa Purwasari dan Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Daun kemiri sunan diperoleh dari tanaman kemiri sunan di kebun YAPIPI (Yayasan Pengembangan Insan Pertanian Indonesia) Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Daun ceremai dan kemiri sunan yang digunakan ditimbang terlebih dahulu sebanyak 1 kg kemudian ditambahkan air sebanyak 4 liter dan dihaluskan. Daun ceremai dan kemiri sunan yang telah dihaluskan dipindahkan ke dalam wadah plastik dan ditutup rapat. Seduhan daun ceremai dan kemiri sunan selanjutnya diinkubasi selama dua minggu dengan perlakuan aerasi dan tanpa aerasi dengan menggunakan aerator. Ada empat jenis seduhan yang diperoleh yaitu: seduhan daun ceremai tanpa aerasi, seduhan daun ceremai aerasi, seduhan daun kemiri sunan tanpa aerasi dan seduhan daun kemiri sunan aerasi. Setelah dua minggu seduhan tersebut disaring untuk mendapatkan hasil seduhan yang bersih. Hasil seduhan daun ceremai dan kemiri sunan siap digunakan untuk pengujian selanjutnya (Aminudi 2013). Ekstraksi Nematoda dari Sampel Akar Nematoda diekstraksi dari sampel akar dengan menggunakan metode pengabutan (mistifier). Inokulum Meloidogyne spp. diperoleh dari akar tanaman tomat yang terinfeksi Meloidogyne spp. di kebun percobaan IPB Pasir Sarongge, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Akar tanaman tomat tersebut dicuci dan dipotong-potong (± 1 cm), kemudian dimasukkan pada saringan 100 mesh. Saringan yang berisi potongan akar tomat diletakkan di atas corong yang di bawahnya terdapat wadah plastik penampung suspensi nematoda dan disimpan di dalam mist chambers selama 48 jam. Suspensi nematoda juvenil instar-2 (J2) yang didapat

4 disaring dengan saringan 500 mesh. Suspensi nematoda siap digunakan untuk pengujian In Vivo dan In Vitro. Metode Pengujian Uji Fitotoksisitas Uji fitotoksisitas dilakukan untuk melihat pengaruh fitotoksik seduhan daun ceremai dan kemiri sunan terhadap tanaman tomat. Tanaman tomat yang digunakan adalah varietas Delenna. Benih tomat disemai di tray hingga berumur dua minggu kemudian di pindahtanam ke polybag (satu bibit per polybag). Polybag yang digunakan berukuran 15 cm x 10 cm yang telah diisi dengan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Tanaman tomat tersebut kemudian diberi perlakuan penyiraman seduhan daun ceremai dan kemiri sunan sebanyak 100 ml pada tanah. Konsentrasi yang diuji adalah konsentrasi 10%, 30% dan 50% (v/v). Jumlah total perlakuan seluruhnya terdiri atas 13 perlakuan termasuk kontrol dengan empat ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah tanaman yang menunjukkan gejala fitotoksik (layu, kerdil dan mati), tinggi tanaman dan jumlah daun. Pengamatan dilakukan setiap minggu selama tiga minggu setelah perlakuan. Uji In Vivo Benih tanaman tomat varietas Delenna disemai di tray hingga berumur dua minggu kemudian dipindahtanam ke polybag (satu bibit per polybag). Polybag yang digunakan berukuran 30 cm x 30 cm yang telah diisi dengan tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 4 : 2 : 1. Tanaman tomat tersebut kemudian diberi perlakuan penyiraman seduhan daun ceremai dan kemiri sunan sebanyak 100 ml pada tanah. Konsentrasi yang diuji adalah konsentrasi 10% dan 30% (v/v). Setelah satu minggu kemudian tanaman tomat diinokulasi dengan nematoda Meloidogyne spp. sebanyak 500 ekor pada setiap polybag. Minggu ke dua setelah perlakuan tanaman tomat disiram kembali dengan seduhan ceremai maupun kemiri sunan sebanyak 200 ml pada setiap polybag. Jumlah perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari sembilan perlakuan termasuk kontrol dengan lima ulangan. Setelah lima minggu dari perlakuan dilakukan pengamatan berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, berat kering akar, panjang akar dan jumlah puru. Pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun dilakukan setiap minggu selama lima minggu setelah perlakuan. Tingkat efikasi (TE) dihitung menggunakan rumus Abbott (1925): TE =

Pa kontrol − Pa perlakuan × 100% Pa kontrol

Pa = jumlah puru/gram akar Kategori tingkat efikasi (Abbott 1925): sangat efektif (TE ≥ 95%), efektif (75% ≤ TE < 95%), cukup efektif (60% ≤ TE F

Model

8

2259.707884

282.463486

2.42

0.0346

Error

34

3968.581954

116.722999

Corrected Total

42

6228.289839

R-Square 0.362814

Coeff Var 57.29902

Root MSE 10.80384

Respon mean 18.85520

Lampiran 2 Hasil analisis sidik ragam berat basa tajuk Source

DF

Sum of squares

Mean square

F Value

Pr > F

Model

8

11989.67619

1498.70952

2.47

0.0315

Error

34

20626.41938

606.65939

Corrected Total

42

32616.09557

R-Square 0.367600

Coeff Var 48.39719

Root MSE 24.63046

Respon mean 50.89233

Lampiran 3 Hasil analisis sidik ragam berat basa akar Source

DF

Sum of squares

Mean square

F Value

Pr > F

Model

8

15.59822116

1.94977765

2.89

0.0144

Error

34

22.94543000

0.67486559

Corrected Total

42

38.54365116

R-Square 0.404690

Coeff Var 38.78413

Root MSE 0.821502

Respon mean 2.118140

Lampiran 4 Hasil analisis sidik ragam berat kering tajuk Source

DF

Sum of squares

Mean square

F Value

Pr > F

Model

8

86.0934324

10.7616791

2.52

0.0288

Error

34

145.2811350

4.2729746

Corrected Total

42

231.3745674

R-Square 0.372095

Coeff Var 49.12731

Root MSE 2.067117

Respon mean 4.207674

19 Lampiran 5 Hasil analisis sidik ragam berat kering akar Source

DF

Sum of squares

Mean square

F Value

Pr > F

Model

8

0.21693616

0.02711702

2.33

0.0408

Error

34

0.39511500

0.01162103

Corrected Total

42

0.61205116

R-Square 0.354441 Lampiran 6

Coeff Var 42.80183

Respon mean 0.251860

Pengaruh seduhan daun ceremai dan kemiri sunan terhadap fitotoksisitas tanaman tomat

Jenis seduhan Ceremai tanpa aerasi Ceremai aerasi Kemiri sunan tanpa aerasi Kemiri sunan aerasi Kontrol

Root MSE 0.107801

Konsentrasi Tinggi (%) tanaman (cm)a 10 30 50 10 30 50 10 30 50 10 30 50 0

16.5a 11.8a 14.3a 13.7a 14.0a 17.2a 14.1a 13.8a 14.9a 17.5a 11.6a 15.6a 17.0a

Jumlah dauna

Keterangan

9.0a 7.7a 8.00a 9.2a 8.5a 8.25 8.2a 7.0a 7.5a 8.2a 8.2a 8.0a 8.0a

Tidak toksik Tidak toksik Tidak toksik Tidak toksik Tidak toksik Tidal toksik Tidak toksik Tidak toksik Tidak toksik Tidak toksik Tidak toksik Tidak toksik Tidak toksik

Angka-angka pada kolom yang sama yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji selang berganda Duncan pada taraf 5%. a

20 Lampiran 7 Pengaruh seduhan daun ceremai terhadap fitotoksisitas tanaman tomat

CA50

CA30

CA10

C50

C30

C10

Kontrol

Lampiran 8 Pengaruh seduhan daun kemiri sunan terhadap fitotoksisitas tanaman tomat

KA50

KA30

KA10

K50

K30

K10

Kontrol

21

RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Palembang pada tanggal 18 Agustus 1993. Penulis merupakan anak kedua dari empat bersaudara, dari pasangan Surya Darma dan Rita Rosdiana. Pendidikan sekolah menengah ditempuh di SMA Negeri 4 Palembang pada program IPA dan lulus pada tahun 2011. Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikan sarjana di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur undangan. Selama S1, penulis mendapatkan beasiswa Bidikmisi dari pemerintah. Gelar Sarjana Pertanian (SP) diperoleh pada tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa, penulis aktif mengikuti berbagai organisasi seperti Ikatan Keluarga Muslim TPB (IKMT) tahun 2011-2012, pengajar Bimbingan Remaja dan Anak (BIRENA) tahun 2011-2012, Dewan Musholla Asrama Sylva Sari tahun 2011-2012, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian periode 2012-2013, Forum Komunikasi Rohis Departemen (FKRD) periode 2013-2014. Penulis juga aktif mengikuti berbagai kegiatan kepanitiaan seperti Panitia Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) Angkatan 49 tahun 2012, Panitia Masa Perkenalan Fakultas MPF tahun 2013. Penulis pernah mengikuti lomba akademik dan non akademik. Prestasi yang diperoleh dibidang akademik yaitu penulis terpilih sebagai mahasiswa berprestasi peringkat 4 tingkat Departemen. Prestasi yang diperoleh dibidang non akademik yaitu juara 3 lomba kreasi jilbab, Juara 2 lomba catur tingkat departemen, Juara 1 lomba tari (kelompok) mewakili organisasi daerah dalam Acara Gebyar Nusantara IPB. Penulis juga memiliki minat di bidang kewirausahaan dan memperoleh beberapa prestasi yaitu juara 3 lomba Business Competition Agriculture, finalis 4 besar lomba Business Plan Competition tingkat IPB, Juara 1 kategori kelompok kewirausahaan terbaik kelas kewirausahaan. Penulis pernah menjadi asisten praktikum Penyakit Benih dan Pascapanen pada tahun 2014.