TEMPLAT TUGAS AKHIR S1

Download 2. 2.3. 8. Kulit kayu (cortex). 4. 4.6. 9. Seluruh bagian (herba). 7. 8.0. 10 Umbi ( bulbus). 3. 3.4. 11 Kayu (...

2 downloads 257 Views 23MB Size
KEANEKARAGAMAN SIMPLISIA NABATI DAN PRODUK OBAT TRADISIONAL YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA PEKANBARU, RIAU

IIS NAENI

DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA FAKULTAS KEHUTANAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2016

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan di Kota Pekanbaru, Riau adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, Oktober 2016

Iis naeni NIM E34120001

ABSTRAK IIS NAENI. Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan di Kota Pekanbaru, Riau. Dibimbing oleh AGUS HIKMAT dan ERVIZAL AM ZUHUD. Masyarakat Kota Pekanbaru telah memiliki pengetahuan mengenai tumbuhan obat yang dibuktikan dari perdagangan simplisa nabati dan produk obat tradisional yang dijual dibeberapa pasar tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keanekaragaman spesies simplisia nabati dan produk obat tradisional, tumbuhan obat liar hutan dan harga jual dalam bentuk simplisia nabati, karakter responden pedagang dan pembeli, potensi pengelolaan lestari dan status kelangkaan spesies tumbuhan obat. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapang dan wawancara secara purposive sampling. Teridentifikasi 82 spesies tumbuhan obat dari 48 famili dan 61 produk obat tradisional dari 44 produsen. Sebanyak 11 spesies (13%) termasuk tumbuhan obat liar dari hutan. Harga simplisia nabati yang diperdagangkan mencapai Rp 10 000 – 200 000/kg. Pedagang dan pembeli didominasi oleh perempuan pada masa usia dewasa akhir. Sebanyak 12 spesies (50%) tumbuhan obat liar termasuk kategori potensi pengelolaan lestari rendah. Teridentifikasi 2 spesies kategori langka menurut LIPI; 1 Appendix II CITES, 4 Least concern, 1 vulnerabel, 1 Near Theatened . Kata kunci: kota pekanbaru, produk obat tradisional, simplisia nabati

ABSTRACT IIS NAENI. Diversity of Vegetable Simplisia and Traditional Medicine Products in Pekanbaru city, Riau. Supervised by AGUS HIKMAT and ERVIZAL AM ZUHUD. Pekanbaru citizens have traditional knowledge of medicinal plants that is proven by the trade of vegetable simplisia among traditional markets.This study aims to identify the diversity of vegetable simplisia species and traditional medicine products, wild medicinal plants and the price of sale, respondent (trader and consumers) characteristics, sustainable management potential and its threatened status. Data were collected using field observation and interview to the selected respondent through purposive sampling method. There were 82 species of medicinal plants identified from 48 family and 61 products from 44 producers. From the identified species, 13% (11 species) were classified as wild medicinal plants from the forest. The price of traded vegetable simplisia ranges from Rp 10 000 – 200 000/kg. Traders and the consumers were dominated by eldery women. It is found that 12 species (50%) of wild medicinal plants were categorized as low sustainable management. Meanwhile for the threatened status lists, 2 species were categorized as threatened by LIPI; 1 species is on Appendix II CITES, 4 species as Least Concern, 1 species as Vulnerable and 1 as Near Threatened (IUCN Redlists). Keywords: pekanbaru city, traditional medicine products, vegetable simplisia

KEANEKARAGAMAN SIMPLISIA NABATI DAN PRODUK OBAT TRADISIONAL YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA PEKANBARU, RIAU

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata

DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA FAKULTAS KEHUTANAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2016

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan April 2016 ini ialah perdagangan simplisia, dengan judul Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obar Tradisional yang Diperdagangkan di Kota Pekanbaru, Riau. Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Dr Ir Agus Hikmat, MScF dan Bapak Prof Dr Ir Ervizal AM Zuhud, MS selaku pembimbing atas arahan, bimbingan dan waktu yang diberikan. Penulis juga sangat berterimakasih kepada bapak dan ibu pedagang simplisia nabati dan produk obat tradisional di Kota Pekanbaru, serta pihak terkait dalam membantu kelancaran penelitian ini yang membantu dalam pengumpulan data. Ungkapan terimakasih sebanyak-banyaknya juga penulis sampaikan kepada Ayahanda Barkawi dan Almarhumah Ibunda Aminah, Abang Syafrudin,S.Ag , Badruzaman, Burhanudin,S.s , Kakak Fitriana, atas bantuan doa dan semangat yang diberikan. Tak lupa pula ucapan terimakasih kepada teman teman KSHE 49 (Cantigi Gunung), keluarga UKM Tenis Meja IPB, semangat dan bantuan, kebersamaan dan pengalaman berharga yang selama ini penulis dapatkan dari keseharian dalam kuliah, berorganisasi dan kegiatan lapang lainnya di Institut Pertanian Bogor. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

Bogor, Oktober 2016

Iis Naeni

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL

vii

DAFTAR GAMBAR

vii

DAFTAR LAMPIRAN

viii

PENDAHULUAN Latar Belakang

11 11

Tujuan Penelitian

2

Manfaat Penelitian

2

METODE

2

Waktu dan Tempat

2

Alat dan Bahan

2

Jenis dan Metode Pengumpulan Data

3

Metode Pengumpulan Data

4

Analisis Data

5

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Lokasi Penelitian

7 7

Karakter Responden

10

Keanekaragaman Simplisia Nabati

13

Perdagangan Simplisia Nabati

18

Produk Obat Tradisional

19

Sumber Tumbuhan Obat, Kategori Pengelolaan Lestari dan Status Kelangkaan Tumbuhan Obat

22

Spesies Tumbuhan Obat liar dari Hutan

24

Upaya Pelestarian Spesies Tumbuhan Obat Langka

35

SIMPULAN DAN SARAN

35

Simpulan

35

Saran

36

DAFTAR PUSTAKA

37

LAMPIRAN

40

DAFTAR TABEL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Jenis data yang diambil dalam penelitian Jumlah pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional di Kota Pekanbaru Kelompok umur responden pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional di Kota Pekanbaru Jumlah pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat Pengelompokan spesies tumbuhan obat berdasarkan bentuk simplisia Persentase bentuk simplisia nabati di berbagai lokasi penelitian Jumlah famili dan spesies tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati Pengelompokan spesies tumbuhan obat dalam bentuk simplisai nabati berdasarkan famili diberbagai lokasi penelitian Pengelompokan spesies tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati berdasarkan habitus diberbagai lokasi penelitian Produk obat tradisional industri rumah tangga/industri kecil Komposisi produk obat tradisional Kategori kelangkaan dan keterancaman spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru Spesies tumbuhan obat liar dari hutan yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru

4 10 11 13 13 14 15 16 16 20 21 24 25

DAFTAR GAMBAR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Peta lokasi penelitian di Kota Pekanbaru Simplisia nabati di Pasar Simpang Baru Kondisi pedagang kaki lima di Pasar Agussalim Pedagang produk obat tradisional di Pasar Agussalim Pedagang simplisia nabati di Pasar Lima Puluh Pedagang dan pembeli simplisia nabati di Pasar Cik Puan Jumlah pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional di Kota Pekanbaru berdasarkan tingkat pendidikan Pengelompokan spesies tumbuhan obat berdasarkan jenis penyakit Jeruk kuku harimau (Citrus medica) Obat tradisional racikan sempayang Bawang dayak (Sisyrinchium palmifolium) Simplisia kulit raru yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru Jerangau (Acorus calamus) Kayu angin (Usnea misainensis) Pohon kemenyan (Styrax Benzoin) Simplisia mahoni Simplisia daun nipah a. Tumbuhan pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack), b. Pasak bumi yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru Daun pirdot ( Saurauia vulcani )

3 7 8 8 9 10 12 17 18 19 22 23 23 25 27 28 28 29 30

20 21 22 23 24 25

a. Tanaman pulosari (Alyxia reinwardtii), b. Simplisia pulosari a. Pohon raru, b. Simplisia kulit raru di kota Pekanbaru Simplisia sarang semut Budidaya sarang semut di pot Sempayang (Scaphium macropodum) a. Pohon sintok (Cinnamomum sintoc), b. Simplisia sintok

31 31 32 33 33 34

DAFTAR LAMPIRAN 1 2 3 4 5 6 7

Keanekaragaman tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru Pengelompokan spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru berdasarkan kelompok penyakit/penggunaan Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru Spesies tumbuhan obat yang berasal dari budidaya Spesies tumbuhan obat yang berasal dari liar hutan Spesies tumbuhan obat yang berasal dari liar non hutan Daftar kategori potensi tumbuhan obat untuk pengelolaan lestari

40 47 54 62 64 65 66

PENDAHULUAN Latar Belakang Hutan menyediakan berbagai kebutuhan manusia sebagai hasil utama dan hasil hutan bukan kayu beserta turunannya seperti buah, satwa, madu, getah, pewarna serta bahan baku obat. Sumber daya hutan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku obat herbal dan jamu telah memiliki nilai ekonomi karena sangat dibutuhkan dalam pemenuhan bahan baku perusahaan jamu dan konsumsi oleh masyarakat untuk pengobatan serta menjaga kesehatan. Penggunaan tumbuhan sebagai obat tradisional juga semakin banyak dinikmati oleh masyarakat karena telah terbukti bahwa obat yang berasal dari tumbuhan lebih menyehatkan dan tanpa menimbulkan adanya efek samping jika dibandingkan dengan obat-obatan yang berasal dari bahan kimia. Bahkan menurut data riset sekitar 93% masyarakat yang pernah minum jamu menyatakan bahwa minum jamu memberikan manfaat bagi tubuh (Akhir 2013). Pemanfaatan tumbuhan obat dari hutan sudah diperdagangkan dan dimanfaatkan secara terus-menerus, hal ini sejalan dengan pernyataan Pasaribu (2009) yang menyatakan bahwa potensi sumberdaya hutan sebagai sumber daya obat sangatlah tinggi. Tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagian besar berasal dari budidaya dan liar baik hutan maupun liar non hutan. Tumbuhan obat yang dimanfaatkan serta telah memiliki nilai ekonomi merupakan salah satu potensi hutan yang bisa dikembangkan. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Jamu, penjualan obat herbal/jamu di Indonesia pada 2010 menembus angka Rp 7,2 triliun dan pada tahun 2011 mencapai Rp12 triliun, lalu terus meningkat pada tahun 2012 menjadi Rp 13 triliun (Akhir 2013). Masyarakat biasa mengkonsumsi obat tradisional dalam bentuk simplisia nabati, obat herbal racikan dan produk jamu dari perusahaan jamu. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 007/2012 yang dimaksud dengan simplisia adalah bahan alamiah yang telah dikeringkan dipergunakan sebagai obat dan belum mengalami pengolahan kecuali dinyatakan lain suhu pengeringan tidak lebih dari 60oC. Potensi sumberdaya hutan yang telah memiliki nilai guna sebagai obat harus diketahui dengan menginventarisasi di pasar tradisional sebagai salah satu tempat yang dominan dalam perdagangan tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati dan produk obat tradisional. Penelitian mengenai simplisia dan produk obat tradisional telah banyak dilakukan di beberapa kota serta kabupaten di Pulau Jawa seperti Magelang (Swari 2015), Kediri (Susanti 2015), Kudus (Farida 2015), Pati (Irwanta 2015), Malang (Azizah 2016), dan Bandung (Rachmawati 2016), namun penelitian mengenai simplisia belum banyak dilakukan di Pulau Sumatra kecuali di Kota Padang (Utari 2013). Beberapa etnis yang terdapat di Kota Pekanbaru yaitu Melayu, Jawa, Minang, Batak, Banjar, Bugis, Sunda dan suku lainnya. Etnis Minang merupakan etnis dengan persentase terbesar di Kota Pekanbaru (Bappeda Pekanbaru 2014). Mayarakat dari berbagai etnis tersebut memiliki pengetahuan obat tradisional yang terlihat dari adanya masyarakat yang menjual simplisia dan produk obat tradisional di pasar Kota Pekanbaru. Terkait hal tersebut belum

2 terdapat data mengenai spesies tumbuhan obat dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah: 1. Mengidentifikasi keanekaragaman spesies tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru 2. Mengidentifikasi spesies tumbuhan obat hutan dan harga jual dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru 3. Mengidentifikasi karakter pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional di pasar Kota Pekanbaru 4. Mengidentifikasi potensi pengelolaan lestari dan status kelangkaan spesies tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Dapat memberikan informasi mengenai spesies tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru 2. Dapat memberikan informasi mengenai spesies tumbuhan obat hutan serta harga jual dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di pasar Kota Pekanbaru 3. Dapat memberikan informasi karakter pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional di pasar Kota Pekanbaru 4. Dapat menjadi acuan dan informasi bagi kegiatan pelestarian dan upaya budidaya spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan dan dimanfaatkan di pasar Kota Pekanbaru

METODE Waktu dan Tempat Kegiatan penelitian dan pengambilan data dilakukan di enam pasar yang berada di Kota Pekanbaru yang terlihat pada Gambar 1. Pasar yang dipilih sebagai lokasi penelitian yaitu lima pasar yang dikelola oleh Dinas Pasar Pemerintah Kota Pekanbaru yaitu: Pasar Simpang baru, Agussalim, Lima Puluh, Cik puan, Labuh Baru, dan Pasar Bawah yang dikelola oleh pihak investor. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2016.

3 Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, kamera untuk mengumpulkan dokumentasi, panduan wawancara, alat perekam suara, plastik dan label untuk mengumpulkan contoh simplisia nabati, Microsoft Office Exel 2010 untuk mengolah data. Bahan yang digunakan yaitu thally sheet pengumpulan data, contoh simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di lokasi penelitian.

Gambar 1 Peta lokasi penelitian di Kota Pekanbaru Jenis dan Metode Pengumpulan Data Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi kondisi umum lokasi penelitian yaitu pasar Agussalim, pasar Cik Puan, pasar Labuh Baru, pasar

4 Lima Puluh, pasar Simpang Baru, dan pasar Bawah menggunakan metode studi literatur dan observasi lapang. Selain itu data yang diambil yaitu karakter responden penjual dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional dilakukan dengan metode wawancara dan observasi lapang. Rincian jenis data yang dikumpulkan disajikan pada Tabel 1. Tabel 1 Jenis data yang diambil dalam penelitian No Jenis data Uraian Sumber Metode Data 1 Kondisi umum  Letak dan luas Dinas Studi literatur, lokasi pasar observasi  Karakter pasar penelitian lapang 2 Karakter Pasar Observasi  Nama penjual penjual lapang dan  Jenis kelamin wawancara  Umur  Etnis/suku dan agama  Tingkat pendidikan  Sumber pengetahuan  Latar belakang menjual  Nama pembeli 3 Karakter Pasar Observasi  Jenis kelamin pembeli lapang dan  Umur wawancara  Etnis/suku dan agama  Tingkat pendidikan  Sumber pengetahuan  Tujuan membeli 4 Simplisia Pasar Wawancara,  Bentuk simplisia/bagian observasi yang digunakan lapang, contoh  Spesies tumbuhan obat simplisia,  Habitus tumbuhan obat dokumentasi  Jumlah pasokan gambar, studi  Asal pasokan litetarur  Harga jual  Penggunaan simplisia 5 Produk obat  Nama produk Pasar Wawancara, tradisional observasi  Produsen lapang,  Manfaat 5 Contoh produk,  Harga per satuan dokumentasi  Komposisi gambar, studi literatur Metode Pengumpulan Data Studi literatur Metode ini digunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi lokasi penelitian sebelum dilakukan penelitian yaitu pasar tradisional di Kota Pekanbaru.

5 Studi literatur juga dibutuhkan untuk melengkapi data, sebagi acuan, verifikasi data yang diperoleh di lapangan serta sebagai tambahan informasi. Sumber kajian pustaka berasal dari buku, karya ilmiah berupa jurnal, skripsi, maupun badan pusat statistik daerah setempat. Survei lapang Survei lapang dilakukan untuk mengetahui kondisi lapang tempat penelitian akan dilaksanakan di pasar yang ada di Kota Pekanbaru. Pasar yang dipilih yaitu pasar tradisional terbesar yang diketahui menjual simplisia dan obat tradisional. Pasar tradisional yang dijadikan lokasi penelitian yaitu Pasar Simpang Baru, Agussalim, Lima Puluh, Cik Puan, Labuh Baru, dan Pasar Bawah. Wawancara Metode wawancara dilakukan untuk mendapatkan data responden yaitu pedagang dan pembeli simplisia dan produk obat tradisional. Teknik wawancara yang digunakan yaitu menggunakan panduan wawancara yang telah dipersiapkan. Kegiatan wawancara dilakukan dengan metode purposive sampling yang artinya wawancara dilakukan pada seluruh pedagang yang menjual dan membeli simplisia dan produk obat tradisional di lokasi penelitian. Pengumpulan contoh simplisia dan produk obat tradisional Pengumpulan contoh simplisia nabati dan produk obat tradisional dilakukan dengan cara dokumentasi gambar. Pengambilan contoh juga dilakukan untuk simplisia yang belum teridentifikasi disetiap pedagang, namun jika ada contoh yang sama hanya diambil pada satu pedagang.

Analisis Data Karakteristik responden Data responden penjual dan pembeli dianalisis secara deskriptif yang didukung dengan penyajian data berbentuk diagram, grafik dan tabel. Keanekaragaman simplisia nabati Data keanekaragaman simplisia dianalisis dengan menghitung persentase jumlah bentuk simplisia, persentase famili, pesentase habitus, dan persentase sumber perolehan tumbuhan obat. Persentase bentuk simplisia dihitung untuk mengetahui proporsi bentuk simplisia yang diperdagangkan. Bentuk simplisia meliputi daun (folium), akar (radix), buah (fructus), kulit buah (pericarpium), bunga (flos), batang/ranting (caulis), batang kayu (lignum), kulit kayu (cortex), rimpang (rhizoma), umbi (tuber), biji (semen), minyak (oleum), dan seluruh bagian tumbuhan (herba). Persentase bentuk simplisia dapat dihitung menggunakan rumus :

Persentase bentuk simplisia =

6 Famili dihitung untuk mengetahui jumlah spesies tumbuhan obat dari famili tertentu yang paling banyak digunakan dari simplisia nabati dan produk obat tradisional. Rumus menghitung persentase famili teretntu adalah sebagai berikut : Pesentase famili tertentu = Persentase habitus merupakan telaah tentang besarnya spesies habitus yang digunakan terhadap seluruh habitus yang ada. Habitus dari tumbuhan yang dimanfaatkan meliputi pohon, semak, perdu, liana, herba dan epifit. Rumus untuk menghitung persentase habitus sebagai berikut: Persentase habitus = Perentase asal pasokan tumbuhan obat merupakan bentuk analisis terhadap tumbuhan pada saat ditemukan yang artinya spesies tersebut merupakan hasil budidaya atau liar yang dihitung dengan rumus sebagai berikut: Persentase sumber perolehan TO =

Produk obat tradisional Data produk obat tradisional yang diperdagangkan dianalisis secara tabulasi, dan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif yang didukung dengan penyajian data dalam bentuk diagram, tabel dan grafik. Penggunaan spesies tumbuhan obat Data dianalisis secara tabulasi dan deskriptif untuk mengelompokkan manfaat tumbuhan obat berdasarkan kelompok penyakit atau kegunaannya berdasarkan klasifikasi 29 kelompok penyakit dan penggunaannya menurut Oktaviana (2008). Potensi pengelolaan lestari dan status kelangkaan spesies tumbuhan obat Peters (1994) mengelompokkan status tumbuhan berdasarkan potensi untuk dilakukan pengelolaan secara lestari akibat kegiatan pemanenan pada bagian tertentu tumbuhan, kategori tersebut yaitu: Rendah (Low) : Bagian tumbuhan yang dilakukan pemanenan meliputi : Kulit, jaringan batang, akar, dan herba Sedang (Medium) : Bagian tumbuhan yang dilakukan pemanenan meliputi : Beberapa resin, buah, dan biji Tinggi (High) : Bagian tumbuhan yang dilakukan pemanenan meliputi : Getah, buah berukuran kecil dan banyak, dan daun Tingkat kelangkaan dan keterancaman dianalisis dengan melakukan pengelompokan spesies tumbuhan obat terhadap ancaman kelangkaan melalui panduan penentuan status kelangkaan menurut CITES, IUCN, LIPI (Mogea et al. 2001).

7

HASIL DAN PEMBAHASA Kondisi Umum Lokasi Penelitian Pasar Simpang Baru Pasar simpang baru terletak di jalan H.R Subrantas kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan. Pasar yang dikelola oleh pemerintah ini memiliki luas tanah 19.600 M2 serta memiliki 254 pedagang yang terdiri dari kios, los dan pedagang kaki lima. Fasilitas yang dimiliki pasar simpang baru atau dikenal dengan pasar panam ini yaitu terdapat tempat parkir, kamar mandi, kantor UPTD serta masjid. Pasar ini menjual berbagai kebutuhan harian maupun lainnya seperti pakaian, perhiasan dan barang elektronik. Kekhususan pasar simpang baru adalah adanya kegiatan pasar hanya ada hari selasa setiap minggu didatangi oleh pedagang dari luar Kota Pekanbaru terutama para pedagang yang berada dari kabupaten tetangga seperti Kabupaten Kampar karena pasar ini berbatasan dengan kabupaten tersebut. Selain itu lokasi pasar yang dekat dengan wilayah kampus Universitas Riau menjadikan pasar ini sebagai tempat para mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasil dari survei lapang di pasar ini terdapat pembeli produk obat tradisional yang berstatus mahasiswa. Terdapat tiga pedagang simplisia nabati yang berhasil diwawancarai. Gambar 2 menunjukkan simplisia nabati yang dijual di pasar simpang baru.

Gambar 2 Simplisia nabati di Pasar Simpang Baru Pasar Agussalim Pasar Agussalim terletak di jalan H. Agussalim, Kelurahan Sukaramai Kecamatan Pekanbaru Kota. Pasar ini merupakan pasar kelas A dengan luas 1.595 m2. Memiliki kios sebanyak 77 pedagang, los 60 pedagang dan kaki lima sebanyak 530 pedagang. Para pedagang kaki lima yang banyak di pasar tersebut memanfaatkan area ini karena tempatnya yang sangat strategis berada di pusat Kota Pekanbaru dan di pemukiman yang ramai (Gambar 3). Pihak pengelola pasar Agussalim memberi kesempatan bagi pedagang kaki lima untuk berjualan pada waktu malam hari sampai dini hari pukul 07.00 Wib. Pasar ini menjual berbagai kebutuhan pasar seperti sayur mayur, ikan , daging, ayam dan hanya sedikit yang

8 menjual keperluan sandang. Terdapat satu pedagang simplsia nabati dan satu pedagang produk obat tradisional (Gambar 4)

Gambar 3 Kondisi pedagang kaki lima di Pasar Agussalim

Gambar 4 Pedagang produk obat tradisional di Pasar Agussalim Pasar Bawah Pasar Bawah terletak di jalan Saleh Abbas, Kecamatan Senapelan dengan luas 4.210 m2. Pasar yang dilekola oleh investor ini memiliki daya tampung yang banyak yaitu kios 370 pedagang, los 146 pedagang, pedagang kaki lima 132 pedagang. Fasilitas yang dimiliki berupa 3 tempat parkir, 4 kamar mandi, 1 kantor UPTD dan 1 mushola. Pasar yang terdiri dari tiga lantai ini dibangun sejak tahun 1977 menjual barang produk luar negri maupun dalam negri yang diminati oleh masyarakat seperti keramik, permadani, barang elektronik dan lainnya. Pasar bawah merupakan pasar tradisional yang sudah menjadi pasar andalan Kota Pekanbaru. Masyarakat luar Kota Pekanbaru selalu menjadikan pasar bawah menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi saat datang di kota tersebut. Pasar bawah termasuk pasar tertua yang ada di Kota Pekanbaru yang lokasinya strategis berada di pusat kota serta berbatasan dengan pesisir sungai Siak dan

9 pelabuhan. Terdapat empat pedagang simplisia nabati yang berhasil di wawancarai. Pasar Lima Puluh Pasar lima puluh terletak di jalan Sultan Syarif Qasim, Kecamatan Lima Puluh dengan luas 8.030 m2. Memiliki daya tampung jumlah pedagang kios 130, 124 pedagang los, dan 10 pedagang kaki lima. Fasilitas yang dimiliki masing masing sebuah kamar mandi, parkir, dan kantor UPTD. Menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, barang elektronik dan lainnya. Lokasi pasar ini berbatasan dengan Rumbai pesisir dan Tenanan Raya. Pasar ini merupakan pasar yang akan menjadi pasar budaya dengan berbagai produk khas daerah sekitar Pekanbaru. Terdapat satu pedagang simplsia nabati dan satu pedagang jamu keliling. Pedagang simplisia (Gambar 5) tersebut berasal dari Medan dan menetap di Kota Pekanbaru telah melakukan budidaya bawang dayak.

Gambar 5 Pedagang simplisia nabati di Pasar Lima Puluh Pasar Labuh Baru Pasar yang terletak di jalan palapa Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki ini memiliki luas 13.780 m2. Memiliki daya tampung sebanyak 230 pedagang kios, 237 pedagang los dan 30 pedagang kaki lima. Fasilitas seperti pasar lainnya yaitu tempat parkir, kamar mandi , kantor UPTD, dan mushola. Kebutuhan yang dijual di pasar ini yaitu kebutuhan sehari-hari, pakaian obat, daging, ikan ayam dan lainnya. Lokasi pasar ini berdekatan dengan Kantor Dinas Pasar Kota Pekanbaru. Kekhususan pasar labuh baru ini banyak terdapat pedagang yang menjual satwa liar seperti burung, mamalia, dan reptil. Sehingga pasar ini selalu ramai dikunjungi untuk para pembeli yang datang singgah dari kecamatan lain yang ada di Kota Pekanbaru untuk membeli satwa liar tersebut dan membeli keperluan lainnya termasuk tumbuhan obat. Terdapat dua pedagang simplisia nabati dan satu pedagang produk obat tradisional. Pasar Cik Puan Pasar cik puan terletak di jalan Tuanku Tambusai Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru dengan luas 7.965 m2. Menampung 570 pedagang kios, 227

10 pedagang los, dan 150 pedagang kaki lima. Memiliki fasilitas kamar mandi, tempat parkir, mushola dan kantor UPTD. Pasar yang dibangun pada tahun 1970 ini sering mengalami musibah kebakaran dan sekarang pedagang menempati tempat penampungan sementara. Lokasi pasar ini berbatasan dengan kecamatan Rumbai dan Kabupaten Kampar. Menjual keperluaan sehari-hari seperti pakaian, makanan, obat dan lainnya. Terdapat tiga pedagang simplisai nabati dan satu pedagang jamu keliling yang berhasil di wawancarai. Pada Gambar 6 terdapat pembeli yang sedang melakukan transaksi pembelian simplisia nabati terhadap salah satu pedagang simplisia di pasar Cikpuan.

Gambar 6 Pedagang dan pembeli simplisia nabati di pasar Cik Puan Karakter Responden (pedagang dan pembeli) Jenis kelamin Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di enam pasar tradisional Kota Pekanbaru ditemukan sebanyak 18 pedagang dan 30 pembeli simplisia nabati dan Produk Obat Tradisional dengan rincian pedagang dan pembeli seperti pada Tabel 2. Tabel 2 Jumlah pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional di Kota Pekanbaru Pedagang Pembeli No Lokasi pasar lakiJumlah lakiJumlah Perempuan Perempuan laki laki 1 1 2 3 3 3 6 Simpang baru 2 1 1 2 1 2 3 Agussalim 3 1 3 4 3 4 7 Pasar bawah 4 2 2 1 3 4 Lima puluh 5 2 2 4 3 3 6 Cik puan 6 1 2 3 2 2 4 Labuh baru 6 12 18 13 17 30 Jumlah

11 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional didominasi oleh perempuan dengan jumlah jumlah 12 pedagang dan 17 pembeli. Menurut Rachmawati (2016) hal tersebut dipengaruhi karena peran perempuan yang lebih banyak memanfaatkan tumbuhan obat untuk kecantikan wajah, merawat diri setelah melahirkan atau saat hamil. Hasil wawancara menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang ulet untuk mau belajar sendiri mengenai pengetahuan tentang tumbuhan obat. Selain itu kebiasaan perempuan yang sering memasak dan mengetahui berbagai kebutuhan dapur yang berkaitan dengan rempah-rempah menjadikan tumbuhan obat seperti sudah biasa dikenal dan mudah untuk dipelajari. Kelompok umur Umur responden pedagang dan pembeli di kelompokkan berdasarkan tingkat umur menurut Depkes RI (2009) dengan rincian seperti pada Tabel 3. Kelompok umur didominasi pada masa dewasa akhir 7 pedagang dan 8 pembeli. Tabel 3 Kelompok umur responden pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional di Kota Pekanbaru No

Kelompok umur

Pedagang

Pembeli

1

Masa remaja akhir 17-25 tahun

1

3

2

Masa dewasa awal 26-35 tahun

3

6

3

Masa dewasa akhir 36-45 tahun

7

8

4

Masa lansia awal 46-55 tahun

4

7

5

Masa lansia akhir 56-65 tahun

3

6

18

30

Jumlah

Umur pedagang terbanyak yaitu pada usia dewasa akhir 36-45 tahun sebanyak 7 (39%) pedagang , sedangkan yang paling sedikit yaitu pada rentang remaja akhir 17-25 tahun sebanyak 1 (5%) pedagang. Kelompok umur pedagang terbanyak pada usia dewasa akhir tersebut menunjukkan terdapat transfer ilmu pengetahuan dari kelompok umur lansia. Kelompok umur pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional mendominasi pada masa usia dewasa sampai masa lansia, sedangkan pembeli pada masa remaja (17-25 tahun) masih sedikit yaitu 3 orang pembeli. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli sebagai konsumen pada masa remaja masih sedikit dalam mengkonsumsi simplisia nabati dan produk obat tradisional. Menurut Yuani (2012) kelompok pembeli jamu tradisional terbanyak dari kalangan tua hal ini dapat terjadi karena kelompok usia tua memiliki lebih banyak pengalaman dan pengetahuan tentang tumbuhan obat dari pada usia muda dan remaja, karena sekarang tumbuhan obat jarang ditemukan berbeda dengan dulu tanaman obat banyak ditemukan di pekarangan rumah. Seharusnya kalangan muda dan remaja memiliki pengetahuan tentang tumbuhan obat dan beranggapan bahwa tujuan mengkonsumsi tumbuhan obat atau simplisa nabati selain sebagai penyakit juga berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Sehingga pembeli/konsumsi tumbuhan obat dari rentang usia muda sampai tua memiliki jumlah yang sama rata.

12 Tingkat pendidikan Secara keseluruhan tingkat pendidikan yang ditempuh pedagang dan pembeli di dominasi pada latar belakang pendidikan SMA (Gambar 7). Pedagang memiliki tingkat pendidikan SD-SMA, sedangkan pembeli memiliki tingkat pendidikan SD-S1. 14 12 12

11

10 8

7

6

7 5 4

4 2 2 0 0 SD

SMP

Pedagang

SMA

S1

Pembeli

Gambar 7 Jumlah pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional di Kota Pekanbaru berdasarkan tingkat pendidikan Berdasarkan Gambar 7 tersebut dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan konsumen paling banyak adalah SMA berjumlah 12 orang (40%), sedangkan diurutan kedua konsumen dengan tingkat pendidikan SD 7 orang (23%) dan S1 7 orang (23%). Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak memengaruhi pengetahuan pembeli untuk memilih tumbuhan obat sebagai alternatif pengobatan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Kota Bandung, menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang ditempuh secara formal tidak mempengaruhi pengetahuan responden mengenai simplisia nabati dan produk obat tradisional sebagian besar pengetahuan ini diperoleh dari pendidikan non formal seperti pengetahuan secara turun temurun yang disebarkan melalui lisan dan hasil praktek mandiri, media cetak dan elektronik (Rachmawati 2016). Masyarakat Kota Pekanbaru memiliki pengetahuan mengenai simplisia nabati tersebut dapat dipengaruhi oleh pengalaman dan lama berdagang setiap pedagang dan kemampuan untuk belajar lebih untuk mendalami tentang simplisia nabati dan produk obat tradisional yang mereka jual. Selain itu kemampuan setiap pedagang yang ingin belajar sendiri sangat mempengaruhi pengetahuan tentang tumbuhan obat. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pedagang yang memperoleh pengetahuan tumbuhan obat karena belajar sendiri dengan orang lain secara diamdiam pada saat dirinya masih bekerja menjadi TKW di luar negri. Etnis Menurut data Bappeda Kota Pekanbaru (2014) etnis yang terdapat di Kota Pekanbaru yaitu Melayu, Jawa, Minang, Batak, Banjar, Bugis, dan Sunda. Etnis

13 minang merupakan etnis dengan persentase terbesar di Kota Pekanbaru. Pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional di pasar Kota Pekanbaru berasal dari Etnis minang, melayu, jawa dan batak. Jumlah pedagang dan pembeli berdasarkan etnis tersebut tersaji pada Tabel 4. Tabel 4 No 1 2 3 4

Jumlah pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional di Kota Pekanbaru berdasarkan etnis Etnis Pedagang Pembeli Jawa 3 16 Minang 7 8 Melayu 6 4 Batak 2 2 Jumlah 18 30

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang simplisia nabati dan produk obat tradisional yang mendominasi berasal dari etnis minang dengan jumlah 7 pedagang. Sedangkan responden pembeli yang berhasil diwawancarai dari 30 responden etnis jawa mendominasi dengan jumlah 16 orang. Hal tersebut menunjukkan etnis jawa lebih banyak mengkonsumsi simplisia nabati atau produk obat tradisional untuk pengobatan penyakit dan menjaga kesehatan tubuh. Keanekaragaman Simplisia Nabati Keanekaragaman bentuk simplisia dan spesies tumbuhan obat Bentuk simplisia yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru teridentifikasi sebanyak 12 bentuk simplisia yang dijual dalam keadaan basah dan kering. Bentuk simplisia yang teridentifikasi diperdagangkan di Kota Pekanbaru tersaji dalam Tabel 5. Tabel 5 Pengelompokan spesies tumbuhan obat berdasarkan bentuk simplisia No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Bentuk simplisia Daun (folium) Buah (fructus) Rimpang (rhizoma) Biji (semen) Akar (radix) Bunga (flos) Batang (caulis) Kulit kayu (cortex) Seluruh bagian (herba) Umbi (bulbus) Kayu (lignum) Getah (gum) Jumlah

Jumlah simplisia 20 20 14 5 3 6 2 4 7 3 2 2 88

Persentase (%) 22.9 22.9 16.0 5.7 3.4 5.7 2.3 4.6 8.0 3.4 2.3 2.3 100.00

14 Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan bentuk simplisia daun dan buah memiliki jumlah persentase yang sama yaitu 20 (22.9%) yang merupakan bentuk simplisia dengan jumlah tertinggi dari bentuk simplisia lainnya. Bentuk simplisia daun yang sering dijumpai antara lain pegagang (Centella asiantica), daun pirdot (Saurauia vulcani), daun salamaki (Camellia sinensis), dan sirih (Piper betle) bentuk simplisia daun lainnya dapat dilihat di Lampiran 1. Menurut Hamzari (2008) dalam Swari (2015) Daun merupakan tempat pengolahan makanan yang berfungsi sebagai obat, mudah diperoleh, mudah dibuat atau diramu sebagai obat dibandingkan dengan bagian-bagian tumbuhan yang lainnya. Sedangkan bentuk simplisia buah yang banyak dijual adalah dari famili Rutaceae yaitu jeruk kuku harimau (Citrus medica), limau kunci (Triphasia trifolia ), jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk purut (Citrus hystrix). Hasil penelitian di Kota Pekanbaru tidak berbeda dengan penelitian yang telah dilakukan di daerah lainnya, bahwa bentuk simplisia daun dan buah merupakan bentuk simplisia yang paling banyak dijual dan dimanfaatkan oleh masyarakat dibandingkan dengan bentuk simplisia lainnya. Jumlah perbandingan persentase bentuk simplisia di berbagai lokasi penelitian dapat dilihat pada Tabel 6.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Tabel 6 Persentase bentuk simplisia nabati di berbagai lokasi penelitian Persentase bentuk simplisia pada berbagai lokasi penelitian yang dilakukan (%) Bentuk simplisia 1 2 3 4 5 6 7 8 Daun (Folium) 36.8 23.2 22.2 20.1 19.5 26.8 15.4 22.9 Buah (Fructus) 10.8 21.5 17.3 26.6 16.5 14.4 21.6 22.9 Rimpang (Rhizoma) 5.2 12.0 9.7 11.4 11.2 9.2 14.4 16.0 Biji (Semen) 5.2 6.8 9.0 7.6 8.2 8.2 10.3 5.7 Akar (Radix) 10.8 4.3 4.8 2.7 6.7 6.1 6.1 3.4 Bunga (Flos) 6.8 6.8 9.7 7.0 7.5 2.1 3.0 5.7 Batang (Caulis) 6.8 2.5 3.4 2.1 0.7 0 2.0 2.3 Kulit kayu (Cortex) 5.6 6.0 4.8 4.8 6.0 9.2 9.2 4.6 Kayu (Lignum) 0.4 2.5 2.7 2.1 3.7 6.1 1.0 2.3 Umbi (Bulbus) 0.8 2.5 4.8 2.7 3.1 2.1 4.1 3.4 Kulit buah 1.6 1.7 2.0 1.0 1.5 2.0 1.0 0 (Pericarpium) Seluruh bagian 8.8 6.8 9.0 8.6 12.7 13.4 11.3 8.0 (Herba) Minyak (Oleum) 0.4 0.8 0 0.5 0 0 0 0 Getah (Gum) 0 1.7 0 2.1 2.2 0 0 2.3 Total 100 100 100 100 100 100 100 100

Keterangan: 1) Padang (Utari 2013), 2) Magelang (Swari 2014), 3) Kudus (Farida 2015), 4) Kediri (Susanti 2015), 5) Pati (Irwanta 2015), 6) Bandung (Rachmawati 2016), 7) Malang (Azizah 2016), 8) Pekanbaru (Penelitian ini)

15 Famili dan Spesies tumbuhan obat Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa terdapat 82 spesies tumbuhan obat termasuk ke dalam 48 famili yang di perjualbelikan di Kota Pekanbaru. Jumlah spesies tumbuhan obat tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan penelitian di daerah lainnya seperti yang tersaji pada Tabel 7. Tabel 7 Jumlah famili dan spesies tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati diberbagai lokasi penelitian No Lokasi Penelitian Jumlah Famili Jumlah Spesies Sumber 1 Padang 56 142 Utari (2013) 2 Magelang 42 92 Swari (2015) 3 Kudus 51 140 Farida (2015) 4 Kediri 68 159 Susanti (2015) 5 Pati 54 126 Irwanta (2015) 6 Malang 43 97 Azizah (2016) 7 Bandung 44 94 Rachmawati (2016) 8 Pekanbaru 48 82 Penelitian ini (2016) Berdasarkan Tabel 7 terlihat bahwa Kota Pekanbaru memiliki jumlah spesies tumbuhan obat yang lebih rendah dari daerah lainnya. Hal tersebut dikarenakan para pedagang cukup sulit untuk mendapatkan pasokan tumbuhan obat serta pengetahuan yang berbeda dari setiap pedagang simplisia nabati di berbagai daerah. Jumlah spesises tumbuhan obat terbanyak berasal dari daerah Kediri 159 spesies yang termasuk dalam 68 famili (Susanti 2015). Rincian mengenai spesies tumbuhan obat yang diperjualbelikan di Kota pekanbaru tersaji pada Lampiran 1. Spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru didominasi oleh famili Zingiberaceae, hal ini sesuai dengan beberapa penelitian di daerah lainnya seperti pada Tabel 8. Spesies tumbuhan obat yang termasuk dalam famili Zingiberaceae berjumlah 13 spesies (15,85%). Beberapa spesies dari famili Zingiberaceae yang ditemukan yaitu bongle (Zingiber purpureum), kunyit putih (Curcuma zedoaria), kunyit (Curcuma domestica), laos (Alpinia galanga), temu giring (Curcuma heyneana), temu ireng (Curcuma aeruginosa), temu kunci (Boesenbergia pandurata), temu mangga (curcuma mangga), jahe (Zingiber officinale) dan lainnya yang tersaji di Lampiran 1. Famili Zingiberaceae yang ditemukan selain digunakan sebagai obat juga digunakan para pembeli sebagai kebutuhan yang diperlukan untuk bumbu dapur yang lebih sering diperlukan bagi pembeli. Famili tersebut ditemukan di seluruh pasar yang menjadi lokasi penelitian. Sebagian besar spesies tumbuhan dari famili Zingiberaceae memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional karena banyak digunakan dan memiliki khasiat untuk berbagai penggunaan (Utari 2013 ). Selain famili Zingiberaceae terdapat famili lain yang mendominasi yaitu famili Rutaceae. Menurut pedagang mereka menjual karena permintaan dari famili Rutaceae ini cukup tinggi karena peruntukan lain yaitu sebagai bahan campuran minuman dan bumbu masak. Contoh famili Rutaceae yaitu jeruk kuku harimau (Citrus medica), limau kunci (Triphasia trifolia ), jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk purut (Citrus hystrix).

16 Tabel 8 Pengelompokan spesies tumbuhan obat dalam bentuk simplisai nabati berdasarkan famili diberbagai lokasi penelitian Jumlah spesies berdasarkan famili diberbagai lokasi penelitian yang dilakukan No Nama Famili 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Zingiberaceae 12 13 15 18 15 10 14 13 2 Fabaceae 11 7 16 12 9 8 6 2 3 Lamiaceae 5 2 4 4 2 2 3 3 4 Poaceae 6 2 5 2 4 2 4 3 5 Rubiaceae 4 2 3 5 3 2 4 3 6 Arecaceae 4 1 2 2 2 3 1 3 7 Achanthaceae 5 2 5 2 4 3 2 2 8 Apiaceae 3 0 6 8 4 5 6 2 9 Apocynaceae 3 5 4 5 5 5 4 2 10 Rutaceae 7 4 4 6 5 2 2 5 11 Lainnya 132 82 130 149 116 94 97 72 Keterangan: 1) Padang (Utari 2013), 2) Magelang (Swari 2014), 3) Kudus (Farida 2015), 4) Kediri (Susanti 2015), 5) Pati (Irwanta 2015), 6) Bandung (Rachmawati 2016), 7) Malang (Azizah 2016), 8) Pekanbaru (Penelitian ini).

Habitus tumbuhan obat Habitus tumbuhan obat yang diperjualbelikan teridentifikasi sebanyak 6 yaitu habitus meliputi pohon, herba, perdu, semak, liana, dan epifit. Habitus simplisia nabati di Kota Pekanbaru didominasi oleh herba, hal ini sejalan dengan penelitian di daerah lain seperti Malang, Bandung, Kudus dan Magelang. Jumlah spesies tumbuhan obat berdasarkan habitus di berbagai lokasi penelitian dapat dilihat pada tabel Tabel 9. Tabel 9 Pengelompokan spesies tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati berdasarkan habitus diberbagai lokasi penelitian No

Habitus

1 2 3 4 5 6

Herba Pohon Perdu Liana Epifit Semak

Jumlah spesies tumbuhan obat diberbagai lokasi penelitian 1 2 3 4 5 6 7 8 36 45 32 55 44 39 32 39 24 46 31 32 65 42 32 30 12 30 19 26 27 22 13 9 3 8 5 9 6 8 5 10 4 5 3 4 11 5 2 4 3 8 2 12 6 6 8 5

Keterangan: 1) Padang (Utari 2013), 2) Magelang (Swari 2014), 3) Kudus (Farida 2015), 4) Kediri (Susanti 2015), 5) Pati (Irwanta 2015), 6) Bandung (Rachmawati 2016), 7) Malang (Azizah 2016), 8) Pekanbaru (Penelitian ini).

Habitus tumbuhan obat yang paling banyak ditemukan di Kota Pekanbaru yaitu habitus terna/herba berjumlah 36 spesies. Habitus dari kelompok herba yang ditemukan sepeti akar alang (Imperata cylindrica), akar wangi (Vetiveria zizinoides), bawang dayak (Sisyrinchium palmifolium), bawang putih tunggal

17 (Allium sativum), letup-letup/ciplukan (physalis angulata), daun pegagan (Centella asiantica), harendong biasa (Melastoma malabathricum) dan lainnya tersaji dalam Lampiran 1. Hasil wawancara kepada pedagang menyatakan bahwa habitus herba banyak dijual karena perolehannya yang mudah didapat dan harganya yang terjangkau. Menurut Azizah (2016) Habitus herba mudah untuk tumbuh dan sering ditemukan di alam. Hasil penelitian di Kota Pekanbaru berbeda dengan penelitian di pulau sumatra lainnya yaitu Kota Padang (Utari 2013), yang menyatakan bahwa habitus pohon banyak dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat sebanyak 46 spesies. Berdasarkan hasil wawancara pedagang tumbuhan obat di Kota Pekanbaru sulit untuk menemukan pohon yang dapat dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat dan lokasi yang jauh dari hutan.

40 37 35 30

25

25 20 15 10 5 0

16

14 13

12 12 9 8 8 7 7 7 6 6 5 5 5 4 4 4 3 2 2 2 1 1 1 1

Penyakit saluran pencernaan Penyakit saluran pernapasan/THT Penyakit saluran pembuangan Penyakit otot dan persendian Tonikum Penyakit jantung Sakit kepala dan demam Perawatan rambut, muka dan kulit Penyakit khusus wanita Gangguan peredaran darah Penyakit kulit Penyakit diabetes Penyakit tumor/kanker Perawatan kehamilan dan persalinan Lain-lain Pengobatan luka Penyakit mulut Perawatan organ tubuh wanita Penyakit gigi Penyakit ginjal Penyakit malaria Penyakit kuning Penawar racun Penyakit gangguan urat saraf Penyakit kelamin Keluarga berencana (KB) Penyakit mata Penyakit telinga Penyakit tulang

Jumlah spesies tumbuhan obat

Kelompok penggunaan tumbuhan obat berdasarkan jenis penyakit Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan simplisia berdasarkan jenis penyakit masuk dalam 29 kelompok penyakit. Sebagaian besar bermanfaat untuk penyakit gangguan pencernaan dengan jumlah 37 spesies dari 82 spesies yang diperdagangkan (Gambar 8).

Kelompok penyakit Gambar 8 Pengelompokan spesies tumbuhan obat berdasarkan jenis penyakit Menurut Rachmawati (2016) banyaknya simplisia yang berkhasiat menyembuhkan penyakit pada saluran pencernaan dapat diartikan bahwa sebagian besar spesies tumbuhan obat memiliki manfaat untuk menyembuhkan

18 penyakit saluran pencernaan. Beberapa khasiat tumbuhan obat untuk saluran pencernaan yaitu penyakit yang umum seperti maag, masuk angin, diare, cacingan, sakit perut dan lainnya. Contoh tumbuhan obat yang dapat digunakan sebagai penyakit saluran pencernaan antara lain gambir (Uncaria gambir ), kunyit (Curcuma domestica), sirih (Piper betle), cabe jawa (Piper retrofractum). Spesies tumbuhan obat juga banyak berkhasiat untuk penyakit saluran pernafasan/ THT yaitu 25 spesies tumbuhan obat. Data mengenai kegunaan tumbuhan obat dapat dilihat pada Lampiran 2. Perdagangan Simplisia Nabati Pedagang simplisia nabati di Kota Pekanbaru merupakan pedagang eceran dan dalam skala kecil. Mereka berdagang simplisia nabati tersebut karena meneruskan usaha keluarga dan ada pula yang membuka usaha sendiri sejak awal dari belajar sendiri. Usaha simplisia nabati ini menurut pedagang memiliki prospek yang baik dan mempunyai keinginan untuk memajukan lebih tinggi usaha dibidang tumbuhan obat tersebut. Namun mereka terkendala dengan modal yang sedikit dan mengakibatkan pasokan yang dibeli juga sedikit. Pasokan simplisia nabati tersebut berasal dari beberapa provinsi sekitar Riau seperti Medan, Padang, dan Aceh, selain itu ada pula yang dikirim dari pulau jawa. Hal tersebut menyebabkan para pedagang menjual simplisia dengan harga cukup tinggi. Hal ini mempengaruhi pendapatan pedagang simplisia nabati yang mencapai Rp 150 000 sampai Rp 350 000 per hari. Simplisia nabati yang diperjualbelikan di Kota Pekanbaru tersedia dalam bentuk basah dan kering. Simplisia basah banyak ditemukan dalam bentuk buah, rimpang dan daun seperti jeruk kuku harimau (Citrus medica), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), jahe (Zingiber officinale), temulawak (Curcuma xanthoorrhiz), sirih (Piper betle), mint (Mentha arvensis).

Gambar 9 Jeruk kuku harimau (Citrus medica) Pemanfaatan jeruk kuku harimau (Gambar 9) sebagai obat demam, maag, masuk angin dan sistem pencernaan. Simplisia jeruk kuku harimau merupakan spesies tumbuhan obat yang tidak ditemukan dipenelitian di daerah lainnya.

19 Simplisia kering ditemukan dalam bentuk batang, akar, daun, herba, kulit seperti kayu rapat (Parameria laevigata), brotowali (Tinospora crispa), akar alang (Imperata cylindrica), akar wangi (Vetiveria zizinoides), daun pirdot (Saurauia vulcani), daun pegagan (Centella asiantica), letup-letup/ciplukan (physalis angulata), jamur kuping (Auricularia auricula), kayu manis (Cinnamomum burmannii), pulosari (Alyxia reinwardtii). Simplisi nabati di Kota Pekanbaru dijual dengan berbagai varian seperti bungkus (Rp 1 000 - Rp 15 000/bungkus), ikatan (Rp 1 000 - Rp 15 000/ikat), buah (Rp 200 -Rp 50 000/buah), dan kilogram (Rp 10 000 - Rp 200 000/kg). Simplisia nabati yang dijual memiliki harga yang bervariasi tergantung dari asal tumbuhan obat, satuan penjualan, ketersediaan dipasar, kesulitan dalam memperoleh. Pada Gambar 9 merupakan simplisia termahal yang dijual dalam bentuk buah dengan harga Rp 50 000/buah. Menurut pedagang buah kuku harimau tersebut sulit diperoleh. Simplisia yang dijual dalam kemasan bungkus lebih banyak diperjualbelikan dan lebih banyak diminati karena praktis dan memiliki harga yang lebih murah. Hal tersebut membuat para pedagang untuk lebih memilih menjual simplisia nabatinya dalam bentuk bungkusan. Contoh simplisia yang dijual dalam kemasan bungkus adalah secang (Caesalpinia sappan), jamur kuping (Auricularia auricula), daun salamaki (Camellia sinensis), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), mahoni (Swietenia macrophylla), nipah (Nypa fruticans). Produk Obat Tradisional Berdasarkan hasil survei dilapang terdapat 5 jenis produk obat tradisional yang diracik oleh industri rumah tangga atau industri kecil (Tabel 10). Sempayang merupakan salah satu contoh obat industri rumah tangga yang terdiri tumbuhan obat yaitu sempayang, selasih dan secang. Bahan campuran lain yang ditemukan yaitu gula batu (Gambar 10). Beberapa contoh simplisia yang digunakan untuk jamu racikan yang dibuat oleh industri tetangga yaitu secang (Caesalpinia sappan) , brotowali (Tinospora crispa ), kunyit (Curcuma domestica), dan benalu teh (Loranthus parasiticu).

Gambar 10 Obat tradisional racikan sempayang

20 Pada umumnya jamu tradisional dibuat dengan mengacu pada resep leluhur, satu jenis disusun dari berbagai tanaman obat yang jumlahnya antara 5-10 macam (Yuani 2012). Harga yang dijual dikemas dalam bungkusan dengan kisaran harga Rp 3 000 hingga Rp 25 000/bungkus. Jenis jamu termahal yaitu jamu godog super rempah ratus yang berasal dari Sumatra Barat. Secara umum obat yang tersedia dapat dikonsumsi dengan cara diseduh dan diminum. Jenis produk obat tradisional yang dibuat oleh industri rumah tangga atau industri kecil tersaji dalam Tabel 10.

No 1 2

3

4

5

Tabel 10 Produk obat tradisional industri rumah tangga/industri kecil Nama jamu Komposisi Khasiat Sempayang selasih, gula batu, secang, Mengobati Panas dalam sempayang Rempah ratus adas putih, Jintan hitam, Sakit pinggang dan secang, kayu angin, tulang, sesak nafas, ketumbar, tempayang, membersihkan darah pulosari, harendong , kayu kotor setelah bersalin, manis, brotowali, soka, diabetes, asam urat, kayu sintok kolestrol, meningkatkan vitalitas Benalu kopi benalu teh, kunyit, kayu Kanker dan tumor, angin, benjolan, luka, pendarahan, bisul, memulihkan tenaga, memperkuat, meningkatkan daya tahan tubuh Benalu teh benalu teh, kunyit kanker dan tumor, luka, meningkatkan data tahan tubuh Ratus manjakani benalu teh, tempuyung, perempuan setelah jerangau, pasak bumi, melahirkan, harendong biasa, ketumbar, memperlancar haid, secang sakit pinggang, mempercantik, sakit kepala, perut bengkak

Selain obat tradisional racikan sendiri atau industri kecil, produk obat tradisional dari perusahaan besar dan ternama juga diperjualbelikan di Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan dua pedagang produk obat jamu tradisional yang khusus menjual jamu dari berbagai industri dan dua pedagang jamu keliling. Obat tradisional berupa jamu ini berasal dari industri jamu besar di pulau jawa seperti Sidomuncul, Gujati 59, Kimia Farma, Dua Putri Dewi, Herbal Nusantara dan lainnya. Namun ada pula industri yang berasal dari sumatra seperti Akar rimba, Mustika putri, Ratu langi, dan Surya bintang. Hasil penelitian ditemukan 61 produk jamu tradisional dari 44 industi jamu yang berasal dari Indoensia. Jamu yang banyak diperjualkan yaitu berasal dari industri Gujati 59 Surakarta sebanyak 10 jamu. Produk jamu dari industri Gujati

21 59 Surakarta yang dijual memiliki banyak macam untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti ra-si, kuat lelaki macan, keset wangi, masuk angin, helios, sakit pinggang, sariawan usus, jamu M, dan pegel linu. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Utari (2013) bahwa di Kota Padang ditemukan 53 produk jamu dari 9 produsen dengan produk terbanyak berasal dari PT Sido Muncul Semarang-Indonesia. Daftar produk obat tradisional selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 3. Secara keseluruhan ditemukan ada 321 jenis simplisia nabati dari 121 spesies tumbuhan obat, yang dijadikan sebagai komposisi produk obat tradisional (Tabel 11). Tabel 11 Komposisi produk obat tradisional No

Nama Simplisia

Jumlah produk yang menggunakan

1

Zingiberis Rhizoma

22

2

Curcumae domesticae Rhizoma

15

3

Panax Radix

14

4

Curcumae Rhizoma

11

5

Piperis nigri Fructus

11

6

Foenicolli Fructus

10

7

Piperis Folium

10

8

Zingiberis americanae Rhizoma

10

9

Alyxiae Cortex

9

10

Eurycomae Radix

8

11

Kaempferiae Rhizoma

8

12

Phyllanthi Herba

8

13

Retrofracti Fructus

7

14

Languatis Rhizoma

6

15

Amomi Fructus

5

16

Simplisia Lainnya (106 spesies)

167

Jumlah simplisia

321

Komposisi bahan baku Produk obat tradisional didominasi oleh tumbuhan obat dari famili Zingiberaceae yaitu rimpang jahe (Zingiberis rhizoma) yang dijadikan sebagai bahan baku oleh 22 produk obat tradisional, kunyit (Curcuma domestica Rhizoma) 15 produk, gingseng (Panax Radix) 14 produk, dan temulawak (Curcumae Rhizoma) 11 produk. Informasi lengkap terkait dengan simplisia lain yang digunakan sebagai bahan baku produk obat tradisional tersaji pada Lampiran 3. Produk obat tradisional yang dijual berupa serbuk, pil, kapsul dan cair/sirup. Harga jual dari produk jamu bervariasi dari Rp 2 000/bungkus sampai Rp 45 000/ kemasan.

22 Sumber Tumbuhan Obat, Kategori Pengelolaan Lestari dan Status Kelangkaan

Sumber perolehan tumbuhan obat Sumber perolehan tumbuhan obat didominasi dari hasil budidaya sebanyak 58 (71%) spesies. Rincian spesies tumbuhan obat hasil budidaya terdapat pada Lampiran 4. Contoh spesies yang telah budidaya yaitu spesies bawang dayak. Spesies tersebut telah dibudidayakan oleh salah satu pedagang di pasar Lima Puluh. Menurut hasil wawancara pedagang tersebut membudidayakan bawang dayak agar mendapatkan keuntungan yang lebih bila membudidayakan sendiri. Manfaat dari bawang dayak yaitu untuk penyakit ambeien, amandel, asam urat, asma, pencernaan lambung, gangguan seksual, gondok, hepatitis, ginjal, darah rendah, bronkitis, bisul dan kanker. Bawang dayak dijual dengan harga Rp 500/umbi. Selain di Kota Pekanbaru bawang dayak juga diperjualbelikan di Kota Bandung dengan harga Rp 10 000/ons (Rachmawati 2016). Bawang dayak yang telah dibudidayakan dapat terlihat pada Gambar 11.

Gambar 11 Bawang dayak (Sisyrinchium palmifolium) Simplisia nabati yang bersumber liar dari hutan berjumlah 11 spesies (13%). Rincian spesies tumbuhan obat yang berasal dari hutan terdapat pada Lampiran 5. Kayu yang berhabitus pohon merupakan contoh simplisia liar hutan yang bermanfaat untuk penyakit diabetes. Menurut laporan Balai Penyelidikan Kehutanan (1954) diacu dalam Pasaribu (2009) disebutkan bahwa ada beberapa jenis kayu yang digolongkan sebagai kayu raru, antara lain Shorea maxwelliana King, Vatica songa V.Sl. dari famili dipterocarpaceae dan Garcinia sp. dari famili Guttifera. Bagian kayu raru yang dimanfaatkan yaitu kulit kayu. Menurut Pasaribu (2009) hasil penapisan fitokimia secara umum menunjukkan bahwa ekstrak kayu raru mengandung senyawa golongan flavonoid, tanin dan saponin. Pedagang yang menjual kulit kayu raru hanya ada di pasar lima puluh. Pedagang tersebut memasok kayu raru dari Medan. Harga kayu raru mencapai Rp 100 000/kg. Kulit kayu raru yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Pekanbaru terlihat pada Gambar 12.

23

Gambar 12 Simplisia kulit raru yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru Spesies dan liar non hutan sebanyak 13 (16%) spesies. Contoh dari spesies liar non hutan yaitu rimpang jerangau (Acorus calamus). Tanaman jerangau (Gambar 13) banyak digunakan sebagai obat-obatan rakyat dan telah lama dikenal dalam ilmu farmasi (Yulianto 2000). Di Kota Pekanbaru tanaman ini digunakan sebagai penyakit malaria, tipes, kurap dan sistem pencernaan. Rincian spesies tumbuhan obat yang berasal dari non hutan terdapat pada Lampiran 6.

Gambar 13 Jerangau (Acorus calamus) Kategori potensi pengelolaan lestari Hasil pengelompokkan dari 24 spesies tumbuhan obat liar, menunjukkan bahwa kategori dengan potensi pengelolaan lestari rendah mendominasi dengan jumlah 12 spesies (50%), kategori sedang sebanyak 2 sepesies (8%), dan kategori potensi lestari tinggi 10 spesies (42%). Menurut Peters (1994) kategori dengan potensi lestari rendah merupakan kelompok tumbuhan yang dipanen adalah bagian akar, batang, kulit batang, rimpang dan seluruh bagian. Hasil

24 penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Kota Bandung (Rachmawati 2016) bahwa sebagian besar pengelolaan lestari di Kota Bandung masuk dalam kategori rendah (low) sebanyak 65%. Rincian mengenai spesies tumbuhan obat liar yang termasuk dalam kategori potensi pengelolaan lestari menurut Peters (1994) tersaji pada Lampiran 7. Status kelangkaan Spesies tumbuhan obat yang berasal dari liar dianalisi status kelangkaan dan keterancamannya berdasarkan IUCN Redlist, CITES, dan LIPI (Mogea et al. 2001). Terdapat 2 spesies yang termasuk dalam kategori langka menurut LIPI (Mogea et al. 2001), 6 spesies termasuk dalam red list IUCN, 1 spesies termasuk dalam kategori appendix II CITES (Tabel 12). Perdagangan yang dilakukan terhadap spesies yang masuk dalam kategori kelangkaan dan keterancaman tersebut harus di pantau dan dilakukan pembudidayaan agar keberadaan spesies tersebut tidak terus terancam karena penggunaan yang berlebih. Jerangau (Acorus calamus) merupakan tumbuhan obat yang banyak dijual oleh pedagang simplisia Kota Pekanbaru. Menurut daftar IUCN tumbuhan yang sering disebut jerangau oleh masayarakat ini masuk dalam kategori least concern. Suatu taksa dikategorikan Least concern apabila telah di evaluasi, taksa tersebut tidak memenuhi kriteria kritis, genting, rawan ataupun nyaris terancam. Taksa yang penyebarannya luas dan melimpah masuk dalam kategori kekhawatiran minimal (Least concern). Tabel 12 Kategori kelangkaan dan keterancaman spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru Kategori kelangkaan dan keterancaman spesies No Nama lokal Nama spesies LIPI IUCN CITES Pulasari 1 Alyxia reinwardtii Langka Sintok Cinnamomum 2 Langka sintoc Nipah 3 Nypa fruticans Least concern 4 Mahoni Swietenia Vulnerable Appendix macrophylla II 5 Pegagan Centella asiatica Least concern 6 Tempuyung Sonchus arvensis Near Theatened 7 Jerangau Acorus calamus Least concern 8 Sempayang Scaphium Least concern macropodum

Spesies Tumbuahn Obat liar dari Hutan Terdapat 11 spesies tumbuhan obat liar yang berasal dari hutan. Spesies dengan permintaan tinggi oleh pembeli menurut para pedagang yaitu pasak bumi (Eurycoma longifolia) dan sempayang (Scaphium macropodum). Masing-masing

25 spesies yang berasal dari hutan ini sangat memerlukan upaya pembudidayaan agar spesies tersebut tidak terancam akan kepunahan di alam. Spesies tumbuhan obat liar yang berasal dari hutan tersaji pada Tabel 13. Tabel 13 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Spesies tumbuhan obat liar dari hutan yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru

Nama lokal Kayu angin Kemenyan Mahoni Nipah Pasak bumi Pirdot Pulosari Raru Sarang semut Sempayang Sintok

Nama spesies Usnea misainensis Styrax benzoine Swietenia macrophylla Nypa fruticans Eurycoma longifolia Saurauia vulcani Alyxia reinwardtii Myrmecodia tuberosa Scaphium macropodum Cinnamomum sintoc

Harga (Rp) 5 000/bungkus 135 000/kg 5 000/bungkus 5 000/bungkus 65 000/kg 20 000/kg 15 000/kg 100 000/kg 5 000/bungkus 1 000/buah 30 000/kg

Kayu angin (Usnea misainensis) Kayu angin merupakan saprofit tahunan, menempel di pohon keras, panjang mencapai 30 cm atau lbih. Batang berbentuk benang, 0,2-1mm,bulat memanjang, bercabang, umumnya memanjang, permukaan kasar, hijau kekuningan atau hijau kelabu. Tumbuha ini menempel pada cabang atau kulit pohon didaerah pegunungan. Tumbuh dengan baik pada dahan kayu yang tertinggi yang mendapat cukup sinar matahari, atau sedikit ternaungi dan kelembaban tinggi pada ketinggian tempat 300- 800 m dpl. Distribusi penyebaran tumbuhan ini meliput Sumatera, Kalimantan, Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Ambon, Maluku, Halmahera, dan Irian Jaya. Simplisia kayu angin yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru terlihat pada Gambar 14.

Gambar 14 Kayu angin (Usnea misainensis)

26 Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan spora dengan cara dengan terlebih dahulu memilih spora dari daun yang segar dengan kondisi yang baik. Penanaman dapat disemaikan pada tumbuhan inang. Pemeliharaan dilakukan dengan pemberian pupuk cair, penyiraman secara teratur dan mempercepat pertumbuhan tumbuhan. Seluruh bagain tumbuhan mengandung asam usnat, saponin, flavonoid, polifenol, senyawa despida, seperti asam barbatolat, asam barbatat, zat pahit, hidrat arang dan likuin (Adriyanti et al. 2014). Simplisia kayu angin dijual dengan harga Rp 5 000/bungkus digunakan sebagai obat batuk, masuk angin, diare , TBC, pencernaan. Kemenyan (Styrax benzoin) Kemenyan termasuk pohon besar, tinggi dapat mencapai 20 - 40m dan diameter batang mencapai 60 - 100 cm. Batang lurus dengan percabangan sedikit. Kulit beralur tidak terlalu dalam (3 - 7 mm) dengan warna kulit merah anggur. Kemenyan berdaun tunggal dan tersusun secara spiral. Daun berbentuk oval bulat, bulat memanjang (ellips) dengan dasar daun bulat dengan ujung runcing. Kemenyan berbunga secara teratur 1 kali setiap tahun. Waktu berbunga pada bulan November sampai Januari. Buah Kemenyan berbentuk bulat gepeng dan lonjong berukuran 2,5 – 3 cm. Biji berukuran 15 - 19 mm, dengan warna coklat keputihan. Biji Kemenyan terdapat di dalam buah dengan kulit buah berukuran 1,75 mm – 3,1 mm (Jayusman 2014). Kemenyan juga dapat tumbuh pada berbagai asosiasi lainnya, mulai dari tanah yang bertekstur berat sampai ringan, dan tanah yang kurang subur sampai yang subur. Selain itu, tanaman ini juga dapat tumbuh pada tanah yang berporositas tinggi, yaitu yang mudah meneruskan atau meresapkan air (Sitompul 2011). Pohon Kemenyan menyebar pada berbagai elevasi (60 m – 2100 mdpl). Di daerah Palembang (Sumatera Selatan) dan Tapanuli Selatan, pohon Kemenyan banyak ditemukan pada daerah dengan ketinggian 60 - 320 m dpl. Sentra kebun Kemenyan di Tapanuli Utara yang dikenal secara luas rata-rata berada pada ketinggian lebih dari 600 m dpl. Diperkirakan hampir 67% dari luas kebun Kemenyan yang ada di Indonesia terdapat di daerah Tapanuli Utara (Jayusman 2014). Harga jual kemenyan di Kota Pekanbaru Rp 135 000/kg yang digunakan sebagai obat bisul, muntah dan demam. Sedangkan sebagian besar kegunaan lainnya adalah sebagai bahan baku dalam industri antara lain industri parfum, farmasi, obat-obatan, kosmetik, sabun, kimia dan industri pangan. Ekstraksi kimia getah kemenyan menghasilkan tincture dan benzoin resin yang digunakan sebagai fixative agent dalam industri parfum. Ekstraksi kemenyan juga dapat menghasilkan beberapa senyawa kimia yang diperlukan oleh industri farmasi, antara lain asam balsamat, asam sinamat, benzyl benzoat, sodium benzoat, benzophenone, dan ester aromatis (Sasmuko 1995 diacu dalam Sitompul 2011). Pembuatan bibit kemenyan dilakukan dengan cara: persemaian dan cabutan anakan dari permudaan alam. Cara lainnya, yaitu: stump, stek dan kultur jaringan masih dalam tahap penelitian pihak-pihak terkait. Persemaian merupakan cara yang mudah dilakukan. Awalnya benih kemenyan ditabur pada bedeng tabur. Setelah berkecambah, kemudian dipindahkan pada polybag dan dipelihara sampai bibitnya siap tanam di lapangan. Sebelum penanaman bibit kemenyan, terlebih dahulu dilakukan persiapan lapangan, yaitu membuat jalur tanam dan lubang

27 tanam. Jarak tanamnya disesuaikan dengan kondisi tanah dan kelerengan lahannya. Karena setengah toleran, anakan kemenyan yang ditanam di tempat terbuka harus diberi naungan. Anakan kemenyan bisa juga ditanam di bawah pohon lainnya, misalnya di bawah pohon durian dan kaliandra (Sitompul 2011). Tanaman Kemenyan termasuk jenis tanaman setengah toleran. Anakan kemenyan memerlukan naungan sinar matahari dan setelah dewasa, pohon kemenyan memerlukan sinar matahari penuh. Selain itu, untuk pertumbuhan optimal kemenyan memerlukan curah hujan yang cukup tinggi, dan intensitas merata sepanjang tahun (Sasmuko 2003). Pohon kemenyan dapat terlihat pada Gambar 15.

Sumber: Sitompul 2009 Gambar 15 Pohon kemenyan (Styrax Benzoin) Mahoni (Swietenia macrophylla) Mahoni berasal dari Hindia Barat dan dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat lainnya yang dekat dengan pantai. Tumbuhan ini banyak ditanam di hutan tumbuhan atau sebagai tumbuhan tepi jalan sebagai pohon pelindung. Jenis ini dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai dan banyak tersebar di dataran rendah. Mahoni (Swietenia macrophylla) banyak tersebar di jawa (Adriyanti et al 2014). Batang berbentuk bulat dengan banyak cabang dan kayunya bergetah. Buah mahoni berbentuk bulat telur, berlekuk lima dan berwarna hitam atau coklat. Bagian dari mahoni yang digunakan sebagai obat yaitu biji (Gambar 16). Simplisia biji mahoni dijual dengan harga Rp 5 000/bungkus. Senyawa dari biji mahoni terdiri dari alkaloid, saponin dan flavonoid yang baik untuk mengobati tekanan darah tinggi, kencing manis, rematik, demam, masuk angin dan penambah nafsu makan (Hariana 2007). Hasil penelitian Joefrie (2012) diketahui bahwa ekstrak kering biji mahoni 10,8% yang diekstraksi dengan etanol 96% dapat meningkatkan stamina tubuh mencit jantan. Mahoni dapat diperbanyak dengan biji.

28

Gambar 16 Simplisia mahoni Nipah (Nypa fruticans) Nipah tumbuh di sepanjang sungai yang terpengaruh pasang surut air laut dan tumbuhan ini dikelompokkan pula dalam ekosistem hutan mangrove. Jenis ini tumbuh rapat berkelompok, seringkali membentuk komunitas murni yang luas di sepanjang sungai dekat muara hingga sungai dengan air payau (Kitamura et al. 1997 diacu dalam Heriyanto et al. 2011). Sebaran nipah meliputi Jawa, Sumatra, Kalimantan Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Jaya. Nipah dapat dibudidaya dengan biji (Adriyanti et al. 2014). Bagian dari nipah yang dimanfaatkan di Kota Pekanbaru yaitu daun untuk sesak nafas. Selain itu daun nipah dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan pembungkus rokok sebagai pengganti kertas rokok untuk menggulung tembakau. Nipah berpotensi sebagai pangan yang dihasilkan dari buah nipah sebagai tepung dan bunga nipah yang digunakan sebagai gula. Berdasarkan sampling Desa Bengalon (Kalimantan Timur) jumlah pohon nipah rata-rata per ha terdapat 1.972 dengan jumlah pohon yang berbuah 674 pohon/ha (Heriyanto et al. 2011). Simplisai nipah di Kota Pekanbaru dijual dengan harga Rp 5 000/bungkus (Gambar17).

Gambar 17 Simplisia daun nipah

29 Pasak bumi (Eurycoma longifolia) Pasak bumi tumbuh tegak lurus dan tidak bercabang tingginya bisa mencapai 15 meter dengan diameter pohon mencapai 20 cm dan jarang sekali mencapai daerah yang letaknya pada ketinggian 500 meter diatas permukaan laut. Pasak bumi memiliki tipe daun majemuk dengan daun berbentuk lanset atau bundar telur dan ujung sedikit meruncing seperti terlihat pada Gambar 18a. Tipe perbungaan malai dan bunganya berwarna merah serta seluruh bagian bunga berbulu halus, buahnya berwarna hijau ketika muda dan berubah menjadi kuning kemerah merahan ketika masak (Supriadi 2001 diacu dalam Novianti 2015). Tempat tumbuh yang disukai oleh pasak bumi adalah tanah miring dan tidak pernah tergenang air. Tumbuhan muda tidak toleran pada cahaya langsung (Heriyanto et al 2006). Hasil analisis kimia ekstrak etanol akar pasak bumi terdapat 5 formula kimia utama yaitu senyawa ester 3,06%, senyawa phenanthroline 3,85%, senyawa naphthyridin 1,06%, senyawa betasitosterol 5,77% dan senyawa estragole 1,17%. Hasil analisa dari akar pasak bumi hutan di Kalimantan Barat memberikan hasil antioksidan, kadar tanin, vitamin C (Novianti 2015). Harga jual pasak bumi yang terlihat pada Gambar 18b di Kota Pekanbaru mencapai Rp 65 000/kg. Perbanyakan tanaman pasak bumi telah dilakukan oleh Susilowati et al. (2012) melalui teknik stek pucuk. Perbanyakan dengan stek pucuk dilakukan di rumah kaca KOFFCO sistem di Pusat Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, Bogor selama 6 bulan (Oktober 2007-Maret 2008). Media yang tepat untuk digunakan yaitu serbuk kelapa dan sekam (2:1) sehingga mempengaruhi panjang akar sekunder dan pemberian Rootone F berpengaruh pada persentase stek berakar, panjang akar primer dan jumlah akar primer dan sekunder.

Sumber : http://kb.123sehat.com (a)

(b)

Gambar 18 a. Tumbuhan pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack), b. Pasak bumi yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru

30 Pirdot (Saurauia vulcani) Pirdot merupakan salah satu tumbuhan liar di hutan Sumatera Utara, merupakan tanaman kecil, perdu, tangkai daun menggugurkan daunnya setiap tahun, daun memiliki dua sisi yang berbeda bagian atas berwarna hijau bagian bawah berwarna coklat pucat, pangkal daun bertoreh dan berlekuk seperti jantung membulat telur sampai lonjong, ujung daun meruncing, tepi daun bergerigi, permukaan daun muda banyak memiliki bulu sesudah dewasa tidak berbulu (Gambar 19). Berdasarkan data empiris rebusan daun pirdot oleh masyarakat sekitar Tigarungu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan luka dengan cara diperas dan juga penyakit gula (diabetes militus) dengan cara merebus daun pirdot. Serbuk daun pirdot diekstraksi dengan menggunakan metode meserasi menggunakan pelarut metanol dan etil asetat, daun pirdot mengandung senyawa golongan flavonoid, tanin, saponin, terpenoid (Saragih 2016). Daun pirdot di Kota Pekanbaru dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit gula dengan cara merebus simplisia daun pirdot. Sitorus (2015) menyatakan bahwa ekstrak etanol daun pirdot efektif sebagai diabetes, yang mengandung senyawa kimia flavonoid, glicosida, saponin, tanin, triterpenoid. Harga simplisia daun pirdot Rp 20 000/kg.

Sumber : Saragih 2016 Gambar 19 Daun pirdot ( Saurauia vulcani ) Pulasari (Alyxia reinwardtii) Pulasari merupakan tumbuhan yang merambat dengan tinggi 5-10 m. Batang utama sebesar lengan dan biasa tumbuh di tanah (Gambar 20a). Daun berkarang 3-4, berbentuk lonjong dengan pangkal dan ujung meruncing. Bunga berwarna putih, berukuran kecil, buah berwarna hitam, jorong pendek 10-15x79mm. Habitat pulosari di hutan berpohon jarang, semak atau daerah yang terbuka pada ketinggian 800-1700 m dpl. Penyebaran terdapat di Andaman, Philipina, Thailand, Indo-cina, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi. Bagian yang digunakan sebagai obat yaitu kulit batang (Gambar 20b). Manfaat pulosari yaitu sebagai obat demam, radang lambung, sariawan dan keputihan. Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan stek batang (Hidayat 2006).

31 Simplisia pulosari dijual dengan harga Rp 15 000/kg. Kandungan kimia dari kayu pulosari yaitu alkaloid, tanin, zat pahit, asam organik, minyak atsiri, kumarin, pulosariosid (Adriyanti et al. 2014).

Sumber : www.hkti.org (a) (b) Gambar 20 a. Tanaman pulosari (Alyxia reinwardtii), b. Simplisia pulosari Raru Pasaribu (2009) telah melakukan eksplorasi raru di dua propinsi, Sumatera Utara dan Riau meliputi lima kabupaten antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Simalungun, Bengkalis dan Indragiri Hulu yang merupakan sentra penghasil kulit raru, diperoleh 4 (empat) jenis raru antara lain Cotylelobium melanoxylon Pierre, Shorea balanocarpoides Symington, Cotylelobium lanceolatum Craib, dan Vatica perakensis King. Penelitian Pasaribu (2007) menemukan bahwa salah satu kayu raru yang berasal dari tapanuli Utara diidentifikasi sebagai Cotylelpbium melanoxylon (Gambar 21a).

Sumber : Pasaribu 2009 (a) (b) Gambar 21 a. Pohon raru, b. Simplisia kulit raru di Kota Pekanbaru

32 Pohon yang tingginya mencapai 25 meter dengan diameter 30-50 cm. Pohon memiliki banir dengan percabangan yang jarang. Daun berbentuk oval berkelompok pada bagian ranting. Kulit pohonnya beralur pendek yang berwarna putih kehijauan. tebal kulit berkisar 0,6-1 cm. Hasil penapisan fitokimia secara umum menunjukkan bahwa ekstrak kayu raru Shorea balanocarpoides, Vatica perakensis, Cotylelobium melanoxylon, mengandung senyawa golongan flavonoid, tanin dan saponin (Pasaribu 2009). Masayarakat Kota Pekanbaru memanfaatkan kayu raru sebagai obat diabetes. Harga jual kayu raru di Kota Pekanbaru mencapai Rp 100 000/Kg (Gambar 21b). Sarang semut (Myrmecodia tuberosa ) Tumbuhan sarang semut merupakan tumbuhan yang memiliki umbi (tuber) berongga-rongga dan hidup epifit pada pohon-pohon besar dipercaya dapat mengobati berbagai jenis penyakit seperti tumor, kanker, asam urat, dan jantung koroner (Subroto dan Saputro 2006). Menurut Huxley (1978) diacu dalam (Susanti 2016), Tumbuhan sarang semut tersebar dari kepulauan Andaman, Thailand, Kamboja, Filipina, Malaysia, Indonesia, Papua New Guinea, Queensland bagian selatan, kepulauan Fiji, diperkirakan banyak hidup pada pohon-pohon di daerah pesisir, hutan bakau, savana dataran rendah dan savana perbukitan; tetapi di hutan hujan tropik dataran rendah (0-900 mdpl) dan pegunungan bawah (1000-1900 mdpl) tumbuhan sarang dijumpai dalam jumlah sedikit. Umbinya memiliki kandungan senyawa flavonoid seperti: kuersetin, luteolin, rutin, apigenin, dan kaempferol (Engida et al. 2013). Tumbuhan sarang semut dikonsumsi dengan cara meminum air hasil seduhan umbi. Manfaat yaitu sebagai anti-kanker dan kanker payudara. Sarang semut dijual dengan harga Rp 10 000/bungkus (Gambar 22). Spesies yang dapat dimanfaatkan sebagai obat yaitu, Myrmecodia pendens, Myrmecodia tuberosa, Hydnophytum formicarum dan Hydnophytum moseleyanum (Subroto dan Saputro 2006). Susanti (2016) menyatakan bahwa tumbuhan sarang semut yang berasal dari hutan dijumpai pada enam pohon inang seperti pala, mangga, cengkeh, jambu air, duku, dan durian.

Gambar 22 Simplisia sarang semut Menurut Wiwi (2015) tumbuhan sarang semut memerlukan tingkat kelembaban tinggi. Penyemprotan dengan air harus dilakukan 1-3 kali sehari

33 untuk menciptakan kelembaban yang tinggi saat melakukan budidaya sarang semut. Cara melakukan budidaya tumbuhan sarang semut dapat dilakukan di pot berisi campuran tanah (Gambar 23) atau secara epifit diikat dengan moss sphagnum di potongan kulit kayu. Metode budidaya pot dilakukan dengan menggunakan pot plastik atau keranjang, gunakan campuran gambut dan cococoir (1:1).

Sumber : Wiwi 2015 Gambar 23 Budidaya sarang semut di pot Sempayang (Scaphium macropodum) Pohon besar dengan tinggi bisa mencapai 45 m, diameter 80 cm, dan mempunyai banir yang besar. Mempunyai daun dengan bentuk bulat telur lebar, bulat telur, oval, memanjang atau lansat. Pohon ini biasanya terdapat di hutan primer dataran rendah, yang menggugurkan daunnya jika hidup di tempat yang musim kemaraunya jelas. Jenis ini paling sering dijumpai pada hutan-hutan dipterocarpaceae campuran dengan iklim lembab yang musim kemaraunya pendek, pada tanah yang berdrainase baik dengan ketinggian tempat sampai 1.200 m dpl. Penyebaran jenis ini antara lain Sumatra, Bangka dan Borneo. Permudaan alami yang melimpah dihutan alam bisa dimanfaatkan untuk penanaman di tempat lain. Pertumbuhan anakan di kategorikan lambat ( Zuhud et al 2014).

Gambar 24 Sempayang (Scaphium macropodum)

34 Gambar 24 merupakan simplisia buah sempayang di Kota Pekanbaru yang dijual dengan harga Rp 3 000/bungkus, berisi tiga buah sempayang dalam satu bungkus. Simplisia ini merupakan salah satu simplisia yang sering dicari di Kota Pekanbaru untuk menyembuhkan panas dalam. Sempayang atau sering disebut juga tempayang di Bandung dijual sebesar Rp 150 000/ons. Menurut Rachmawati (2016), tingginya harga jual tempayang disebabkan oleh tempayang hidup liar di hutan, sehingga sulit untuk memperoleh spesies tersebut dan memerlukan biaya tinggi serta bentuk ini diperoleh dari Cina. Di Kota Pekanbaru sempayang digunakan untuk mengobati panas dalam, demam, sariawan, dan saluran pencernaan. Sintok (Cinnamomum sintoc) Cinnamomum sintoc dapat mencapai tinggi 27 m, dengan diameter 30 cm, kulit kayu halus berwarna coklat terang sedangkan bagian dalamnya berwarna coklat kemerahan dan memiliki bau seperti pala (Gambar 25a). Ranting berbentuk silinder dengan diameter 1,5-2,5 mm. Daun opposite, tidak berbulu, berbentuk ellips sampai ovatus, dengan ujung lancip. Cinnamomum sintoc terdistribusi di Sarawak (wilayah lundu), Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Spesies ini juga terdistribusi di Sumatra, Semenanjung malaysia dan Jawa. Habitat dari kayu sintok adalah di hutan pada ketinggian 700-1700 m dpl. (Soh wuu-kuang diacu dalam Muhamad 2014).

Sumber : Muhamad 2014 (a) (b) Gambar 25 a. Pohon sintok (Cinnamomum sintoc), b. Simplisia sintok Menurut alfira (2014) kandungan ekstrak kulit sintoc yaitu alkanoid, flavonoid, steroid, saponin, fenolik dan tanin. Manfaat kulit kayu Cinnamomum sintoc sebagai obat diare, gangguan usus dan reumatik. Berdasarkan hasil uji efek farmakologi yang telah dilakukan, ekstrak etanol kulit batang sintok pada dosis 500 dan 1000 mg/kg bobot badan memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi dan antidiare (Syahrul 2007). Kulit batang Cinnamomum sintoc memiliki aktifitas antioksidan yang diperlukan oleh tubuh untuk melindungi dari serangan radikal bebas (Alfira 2014). Harga simplisia sintok di Kota pekanbaru Rp 30 000/kg

35 (Gambar 25b). Kayu sintok dapat dibudidaya dengan biji, pembudidayaan kayu sintok telah dilakukan di jawa maupun tempat lainnya walaupun belum dilakukan secara besar (Zuhud et al 2014)

Upaya Pelestarian Spesies Tumbuhan Obat Langka Perdagangan tumbuhan obat yang bersumber dari liar di pasar tradisional Kota Pekanbaru saat ini mendominasi dalam kategori potensi lestari rendah berjumlah 12 spesies dari 24 spesies tumbuhan obat liar. Hal tersebut menunjukkan perdagangan tumbuhan obat yang berasal dari liar harus diwaspadai karena jika terus digunakan ketersediaan tumbuahn liar yang hanya bergantung dengan alam akan terancam punah jika tidak diiringi dengan upaya untuk pelestarian tumbuhan obat tersebut. Hasil pengolahan data terdapat 8 jenis tumbuhan obat yang masuk dalam daftar LIPI, IUCN maupun CITES. Walau jumlahanya masih sedikit namun keberadaan tumbuhan tersebut harus di kontrol dan dilakukan beberapa upaya pelestarian. Berdasarkan penelitian ini faktor yang mempengaruhi kelangkaan tumbuhan obat adalah: 1) manfaat yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit akan meningkatkan permintaan dari tumbuhan tersebut untuk dikonsumsi, hal ini akan mengakibatkan langkanya tumbuhan obat jika penggunaan tidak dikontrol, 2) budidaya tumbuhan obat di Kota Pekanbaru terhalang oleh tidak tersedianya lahan tempat budidaya tumbuhan obat, 3) harga tumbuhan obat berasal dari liar lebih mahal dan menimbulkan potensi bagi pedagang untuk terus mencari dan menjual tumbuhan obat yang memiliki harga tinggi tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih. Kesesuaian yang perlu dilakukan untuk mendukung upaya pelestarian tumbuhan obat di Kota Pekanbaru tersebut antara lain: 1. Melakukan inventarisasi dan monitoring status tanaman obat yang diperjualbelikan di Kota Pekanbaru secara berkala. 2. Melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terkait manfaat tumbuhan obat, keterancaman tumbuhan obat, habitat dan pengelolaan tumbuhan obat. 3. Melakukan budidaya tumbuhan obat liar terutama liar dari hutan dan tumbuhan langka agar mengurangi pemanenan dialam. 4. Penyediaan lahan dalam bentuk kerjasama dan pemberdayaan kelompok masyarakat sampai pendampingan dalam memelihara dan budidaya tumbuhan obat.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan 1.

Perdagangan tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati di Kota Pekanbaru didominasi oleh bentuk simplisia daun dan buah masing-masing berjumlah sama yaitu 20 spesies (22.9%). Simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru dapat digunakan untuk pengobatan 29 kelompok penyakit dengan spesies tumbuhan obat terbanyak dapat digunakan untuk mengobati penyakit

36

2.

3.

4.

saluran pencernaan. Teridentifikasi sebanyak 82 spesies dari 48 famili tumbuhan obat terdiri atas 12 bentuk simplisia nabati yang didominasi oleh famili Zingiberaceae yang dominan berhabitus herba. Jumlah spesies tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah spesies tumbuhan obat yang teridentifikasi dipenelitian simplisia nabati yang telah dilakukan dibeberapa daerah lainnya. Produk obat tradisional industri rumah tangga terdiri atas 5 produk jamu dengan permintaan tertinggi yaitu jamu sempayang. Sedangkan produk jamu industri skala besar terdiri atas 61 produk dari 44 produsen dengan komposisi yang digunakan didominasi oleh Zingiberis rhizoma (rimpang jahe) sebanyak 22 produk. Jumlah spesies tumbuhan obat liar dari hutan yang ditemukan di Kota Pekanbaru yaitu 11 spesies (13%) dari 82 spesies yang diperdagangkan. Spesies tumbuhan obat liar dari hutan dengan harga tertinggi yaitu kemenyan (Styrax benzoine) Rp 135 000/kg, pasak bumi (Eurycoma longifolia) Rp 65 000/kg, raru Rp 100 000/kg, dan sintok (Cinnamomum sintoc) Rp 30 000/kg. Sedangkan spesies dari hasil budidaya dengan harga tertinggi yaitu cengkeh (Syzigium aromaticum) Rp 200 000/kg dan jeruk kuku harimau (Citrus medica) Rp 50 000/buah. Pedagang dan pembeli simplisia nabati dan produk obat tradisional didominasi oleh perempuan pada masa usia dewasa akhir. Sedangkan pedagang dan pembeli simplisia pada masa remaja masih sedikit. Tingkat pendidikan tidak mempengaruhi pembeli dan pedagang tentang pengetahuan tumbuhan obat. Etnis yang mendominasi dalam penjulan tumbuhan obat yaitu berasal dari etnis minang sedangkan pembeli sebagai konsumen tumbuhan obat berasal dari etnis jawa. Spesies tumbuhan obat liar yang diperdagangkan tergolong dalam kategori potensi pengelolaan lestari rendah yang dipanen dan digunakan sebagai obat adalah bagian akar, batang, kulit batang, rimpang dan seluruh bagian. Teridentifikasi beberapa spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru tergolong dalam kategori kelangkaan dan keterancaman tumbuhan obat menurut LIPI, IUCN, dan CITES yaitu pulasari (Alyxia reinwardtii), sintok (Cinnamomum sintoc), nipah (Nypa fruticans), mahoni (Swietenia macrophylla), pegagan (Centella asiatica), tempuyung (Sonchus arvensis), jerangau (Acorus calamus), dan sempayang (Scaphium macropodum). Saran

1.

2.

Perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk perbanyakan atau budidaya tumbuhan obat terutama yang berasal dari liar hutan yang memiliki permintaan dan nilai ekonomi tinggi seperti kemenyan (Styrax benzoine), pasak bumi (Eurycoma longifolia), sintok (Cinnamomum sintoc), sarang semut (Myrmecodia tuberosa), pulasari (Alyxia reinwardtii), sempayang (Scaphium macropodum) dan raru, dari aspek ekologi, silvikultur, maupun teknologi ekstraksi yang sangat diperlukan baik sebagai strategi konservasi, budidaya, maupun tujuan komoditi, sehingga spesies dari hutan tidak mengalami kelangkaan dan digunakan secara berkelanjutan. Kajian lebih lanjut mengenai karakter konsumen dalam proses pengambilan keputusan terhadap pembelian simplisia nabati yang diperdagangkan perlu

37

3.

4.

dilakukan, sehingga dapat mengetahui faktor yang mempegaruhi pembeli dalam mengkonsumsi simplisia nabati dan dapat meningkatkan penjualan serta nilai ekonomi dari simplisia nabati tersebut. Perlu dilakukan proses pengemasan terbaik untuk meningkatkan kualitas dan penjualan dari simplisia nabati dan produk obat tradisional industri rumah tangga agar masuk dalam segmentasi pasar yang berbeda. Penyempurnaan metode pengambilan data sangat diperluan untuk mendapatkan data yang lebih mendetail terkait perdagangan simplisia nabati dan produk obat tradisional seperti penggunaan kuisioner dengan pertanyaan struktur kepada responden.

DAFTAR PUSTAKA Adriyanti DT, Rujiman, Indriyanto, Wiyono. 2014. Buku Acuan Umum Tumbuhan Obat Indonesia Jilid I-IV. Jakarta (ID): Dian Rakyat Akhir DJ. 2013. Pemerintah bantu kembangkan industri jamu[internet]. (Diunduh pada 8 September 2016) Tersedia pada http://m.okezone.com/read/2013 /07/30/320/844630/pemerintah-bantu-kembangkan-industrijamu Alfira A. 2014. Uji aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi aktif kulit batang sintoc (Cinnamomun sintoc Blume) [skripsi]. Jakarta (ID). UIN Syarif Hidayatullah Azizah N. 2016. Keanekaragaman simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kabupaten Malang, Jawa Timur [skripsi]. Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pekanbaru. 2014. Peran Budaya Melayu dan Kewirausahaan [internet]. [diunduh 2016 Maret 17]. Tersedia pada: http//Bappeda.pekanbaru.go.id. [CITES] Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. 2016. Appendices I, II and III [Internet]. [diunduh 2016 Juni 6]. Tersedia pada: http://www.cites.org [Depkes RI] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Profil Kesehatan Indonesia 2008. Jakarta (ID): Depkes RI. Dinas Pasar Kota Pekanbaru.2016. Profil pasar milik pemerintah. [internet]. [diunduh 2016 Mei 2]. Tersedia pada:http//dinaspasar.pekanbaru.go.id Engida AM, Kasim NS, Tsigie YA, Ismadji S, Yi-Hsu J. 2013. Extraction, Identification and Quantitative HPLC Analysis of Flavonoids from Sarang Semut (Myrmecodia pendens). Industrial Crops and Products 41:392-396. Farida JN. 2015. Keanekaragaman simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kudus, Jawa Tengah [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Hariana A. 2007.Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta (ID): Penebar Swadaya [IUCN] International Union for Conservation of Nature and Natural Resources. 2016. The IUCN Red List of Threatened Species Version 2015.3 [Internet]. (Diunduh pada 2016 Juni 6). Tersedia pada http://www.iucnredlist.org

38 Heriyanto NM, Sawitri R, Subiandono E. 2006. Kajian ekologi dan potensi pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) di kelompok hutan Sungai Manna-Sungai Nasal, Bengkulu. Buletin Plasma Nutfah Vol.12 (2) : 69-75. Heriyanto NM, Subiandono E, dan Endang K. 2011. Potensi Nipah (Nypa fruticans (Thunb.) Wurmb.) sebagai Sumber Pangan dari Hutan Mangrove. Buletin Plasma Nutfah Vol.17 No.1 Th.2011. Bogor Hidayat S. 2006. Tumbuhan Obat Langka di Pulau Jawa: Populasi dan Sebaran. Bogor (ID): Pusat Konservasi Tumbuhan-Kebun Raya Bogor, LIPI Irwanta E. 2015. Keanekaragaman simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kabupaten Pati Jawa Tengah [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Jayusman. 2014. Mengenal Pohon Kemenyan (Styrax Spp.) Jenis Dengan Spektrum Pemanfaatan Luas Yang Belum Dioptimalkan. Bogor (ID): IPB Press. Joefrie GH. 2012. Uji Kemanfaatan Ekstrak Etanol Biji Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq) Terhadap Stamina Tubuh Mencit Jantan Strain Balb C [skripsi]. Jember (ID): Universitas Jember. [KEMENKES RI]. Kementrian kesehatan RI. 2012. Peraturan Mentri Kesehatan No 007 Tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional. Jakarta (ID): Kementrian Kesehatan Indonesia. Muhamad ZK. 2014. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun sintok (Cinnamomum sintoc Blume.) terhadap staphylococcus aurens dan pseudomonas aeruginosa serta analisis komponen senyawa fraksi aktif dengan kromatografi gas spektrometri massa [skripsi]. Jakarta (ID): UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mogea JP, Gandawidjaja, Wiriandinata H, Nasution RE, Irawati. 2001. Tumbuhan langka Indonesia. Bogor (ID): Puslitbang Biologi-LIPI. Novianti S. 2015.Pemberian ekstrak etanol akar pasak Bumi (eurycoma longifolia ) secara oral dapat Meningkatkan kadar hormon Testosteron pada tikus (rattus norvegicus) Wistar jantan tua [tesis]. Bali (ID).Universitas Udayana Bali. Oktaviana LM. 2008. Pemanfaatan tradisional tumbuhan obat oleh masyarakat di sekitar kawasan Cagar Alam Gunung Tilu, Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Pasaribu G, Bonifasius S, dan Gustan P. 2007. Analisis komponen kimia empat jenis kayu raru asal Sumatera Utara. Jurnal penelitian hasil hutan. 25 (4): 327-333. Pasaribu GT. 2009. Zat ekstraktif kayu raru dan pengaruhnya terhadap penurunan kadar gula darah secara in vitro [tesis]. Bogor (ID). Institut pertanian Bogor Peters CM. 1994. Sustainable Harvest of Non-timber Plant Resources in Tropical Moist Forest: An Ecological Primer. Washington DC (US): Biodiversity Support Program. Rachmawati E. 2016. Keanekaragaman simplisia dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Bandung, Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Saragih RR. 2016. Skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan dan antibakteri ekstrak metanol dan etil asetat daun pirdot ( Saurauia vulcani Korth) dari daerah Tigarunggu [skripsi]. Medan (ID). Universitas Sumatra Utara.

39 Sasmuko SA. 2003. Potensi Pengembangan Kemenyan Sebagai Komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu Spesifik Andalan Propinsi Sumatera Utara. Makalah Seminar Nasional Himpunan Alumni – IPB dan HAPKA Fakultas Kehutanan IPB. Wilayah Regional Sumatera. Medan. Sitompul M. 2011. Kajian Pengelolaan hutan kemenyan (Styrax sp.) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatra Utara [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Sitorus P. 2015. Characterization Simplisia and Ethanolic Extract of Pirdot (Saurauia Vulcani, Korth) Leaves and Study of Antidiabetic Effect in Alloxan Induced Diabetic Mice. International Journal of ChemTech Research.Coden (USA) 8(6): 789-794 Subroto MA, Saputro H. 2006. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Jakarta (ID): Penebar Swadaya. Susanti DW. 2015. Simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Kediri, Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Susanti E. 2016. Inventarisasi tumbuhan sarang semut di Kabupaten Fakfak, Papua Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Susilowati A, Supriyanto, Siregar IZ, Subiakto A. 2012. Perbanyakan tanaman Pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) melalui teknik stek pucuk (Propogation technique of Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) via shootcutting). FORESTA Indonesian of Journal Forestry I(1): 25-29. Swari E. 2015. Simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Magelang, Jawa Tengah [skripsi]. Bogor (ID): Institut pertanian Bogor. Syahrul I. 2007. Skripsi: Aktivitas Antidiare ekstrak Etanol Kulit Batang Sintok (Cinnamomum sintoc BL.) dengan Metode Transit Intestinal pada Mencit [skripsi]. Bandung (ID). Universitas Padjadjaran. Utari AV. 2013. Keanekaragaman simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Padang, Sumatra Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Wiwi W. 2015. Budidaya sarang semut myrmecodia dan hydnophytum. [internet]. http://www.sarangsemutbandung.com. Diakses pada 14 Agustus 2016. Yuani N. 2012. Sikap konsumen jamu tradisional pada pasar tradisional Kabupaten Sukoharjo [skripsi]. Surakarta (ID): Universitas Sebelas Maret Yulianto RMR. 2000. Mempelajari efektifitas rimpang jerangau (Acorus calamus) sebagai insektisidan nabati terhadap investasi lalat selama penjemuran ikan kembung asin [skripsi]. Bogor (ID). Institut Pertanian Bogor. Zuhud EAM, Siswoyo, Sandra E, Hikmat A, Adhiyanto E. 2014. Buku Acuan Umum Tumbuhan Obat Indonesia Jilid X. Jakarta (ID): Dian rakyat.hlm 120-121.

40

Lampiran 1 Keanekaragaman tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru No Nama spesies Nama lokal Nama simplisia Famili Habutus Bagian 1 Acorus calamus Jerangau Acorus calamus rhizoma Araceae Herba Rimpang L. 2 Aleurites Kemiri Aleurites moluccanae Euphorbiaceae Pohon Biji moluccana (L.) semen Willd. 3 Allium sativum Bawang putih Allii sativi bulbus Liliaceae Herba Umbi L. tunggal 4 Alyxia Pulosari Alyxiae reinwardtii cortex Apocynaceae Perdu Kulit reinwardtii Bl. batang 5 Amomum Kapulaga Amomumi compctui Zingiberaceae Herba Buah compctum fructus Soland. 6 Ananas Nanas Comosi fructus Bromeliaceae Herba Buah comosus (L.) Merr.) 7 Anastatica Rumput fatima Anastaticae hierochunticae Brassicaceae Herba Herba hierochuntica L. herba 8 Andrographis Sambiloto Andrographidis Achantaceae Perdu Herba paniculata paniculatae herba (Burm. F.) Nees. 9 Areca catechu L Pinang Arecae semen Arecaceae Pohon Biji 10 Auricularia auricula(L.) Jamur kuping Auriculariae herba Auriculariaceae Epifit Seluruh Underw bagaian 11 Benincasa Belingo Benincasae hispidae Cucurbitaceae Liana Buah hispida Cogn. fructus

Harga 15 000/ikat 1 000/buah

5 000/3umbi 15 000/ kg 20 000/kg

3 000/buah

50 000/buah 10 000/ons

200/buah 5 000/bungkus 15 000/buah

Lampiran 1 Keanekaragaman tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No Nama spesies Nama lokal Nama simplisia Famili Habitus Bagian Harga 12 Boesenbergia Temu kunci Boesenbergiae rutundae Zingiberaceae Terna Rimpang 60 000/kg rutunda (L) rhizoma Manst. 13 Caesalpinia Secang Caesalpiniae sappan Fabaceae Perdu Kayu 5 000/bungkus sappan L. lignum 14 Camellia Daun salamaki Camelliae sinensidis Theaceae Perdu Daun 5 000/bungkus sinensis (L.) folium Kuntze 15 Centella Daun pegagan Centellae asianticae Apiaceae Herba Daun 5 000/bungkus asiantica L. folium Urban 16 Cinnamomum Kayu manis Cinnamomi burmanii Lauraceae Pohon Kulit 35 000/kg burmannii BI. cortex batang 17 Cinnamomum Kayu sintok Cinnamomi sintoc Lauraceae Pohon Kulit 3 000/ bungkus sintoc Bl cortex kayu 18 Citrus Jeruk nipis Citri aurantifoliae Rutaceae Pohon Buah 500/buah aurantifolia fructus (Christm & Panz.) Swingle 19 Citrus hystrix Jeruk purut Citri hytrix fructus Rutaceae Pohon Buah 40 000/kg Dc. 20 Citrus Medica Jeruk kuku harimau Citri medicae fructus Rutaceae Pohon Buah 50 000/buah var. sarcodactylis 21 Clausena Sicerek Clausenaae excavatae Rutaceae Pohon Daun 15 000/bungkus excavata Burm folium 41

42

Lampiran 1 Keanekaragaman tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No Nama spesies Nama lokal Nama simplisia Famili Habitus Bagian Harga 22 Citrus grandis (L.) Jeruk bali Rutaceae Pohon Buah 11 000/bungkus Citri grandis fructus Osbeck 23 Coriandrum Ketumbar Coriandri fructus Asteraceae Herba Buah 1 000/bungkus sativum L 24 Curcuma Temu ireng Curcumae aeruginosae rhizome Zingiberaceae Herba Rimpang 15 000/kg aeruginosa Roxb. 25 Curcuma Kunyit Curcumae domesticae rhizoma ; Zingiberaceae Herba Rimpang, 12 000/kg domestica Valeton Curcumae domesticae folium daun 26 Curcuma Temu giring Curcumae heyneanae rhizoma Zingiberaceae Herba Rimpang 25 000/kg heyneana Val. & V. Zyp. 27 Curcuma mangga Temu Curcumae manggae rhizoma Zingiberaceae Herba Rimpang 15 000/kg Val. & V. Zyp. mangga 28 Curcuma Temulawak Curcumae xanthoorrhizae rhizoma Zingiberaceae Herba Rimpang 10 000/kg xanthoorrhiza Roxb. 29 Curcuma zedoaria Kunyit putih Curcumae zedoariae rhizoma Zingiberaceae Herba Rimpang, 25 000/kg (Bergius) Roscoe daun 30 Cymbopogon Serai wangi Cymbopogon nardi herba Poaceae Herba Herba 3 000/ikat nardus L. Rendle 31 Eurycoma Pasak bumi Eurycomae radix, Eurycomae lignum Simaroubaceae Pohon Akar, 65 000/kg longifolia Jack. kayu 32 Foeniculum Adas Foeniculi vulgare fructus Apiaceae Perdu Buah 10 000/kg vulgare Mill.

Lampiran 1 Keanekaragaman tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No Nama spesies Nama lokal Nama simplisia Famili Habitus Bagian Harga 33

Clusiaceae

Pohon

Buah

500/keping

Kayu ulas

Garciniae xanthochymi fructus Isorae Fructus

Sterculiaceae

Herba

Buah

5 000/bungkus

Hibiscus sabdariffa Linn. Imperata cylindrica (L.) Beauv. Zingiber aromaticum Vahl. kaempferia galanga Linn. Languas galanga L. Stuntz lllicium verum Hook.f Loranthus parasiticus (L). Miq

Rosela

Hibisci sabdariffae flos

Malvaceae

Perdu

Bunga

5 000/bungkus

Akar alang

Poaceae

Herba

Akar

4 000/bungkus

Zingiberaceae

Herba

Rimpang

16 000/ kg

Zingiberaceae

Herba

Rimpang

20 000/kg

Zingiberaceae

Herba

Rimpang

20 000/kg

Bunga lawang

Imperatae cylindricae radix Zingiberis aromatici rhizoma Kaempferiae galangae rhizoma Alpiniae galangae rhizoma Illicium verum floss

Illiciaceae

Perdu

Bunga

3 000/bungkus

Benalu teh

Loranthi paratici herba

Loranthaceae

Epifit

Heba

10 000/bungkus

42

Rosa galia L.

Mawar

Galiae Flos

Rosae flos

Semak

Bunga

3 000/bungkus

43

Melastoma malabathricum L.

Harendong biasa

Melastomae folium

Melastomataceae

Herba

Daun

5 000/bungkus

44

Mentha arvensis var avanica Bentham

Mint

Menthae arvensidis folium

Laminaceae

Perdu

Daun

20 000/kg

34 35 36 37 38 39 40 41

Garcinia xanthochymus Hoox. Helicteres isora L

Asam kandis

Lempuyeng Kencur Laos

43

45

Michelia champaka (L.) Baillon ex Pierre

Kantil

Micheliae champakae flos

Magnoliaceae

Pohon

Bunga

1 000/bunga

46

Myristica fragrans Houtt.

Pala

Miristicae fragrans fructus, flos

Myristicaceae

Pohon

Buah, bunga

2 000/3 buah

47

Myrmecodia tuberosa

Sarang semut

Myrmecodiae tuberosae bulbus

Rubiaceae

Epifit

Umbi

5 000/bungkus

48

Nicotiana tabacum

Tembakau

Nicotianae folium

Solanaceae

Herba

Daun

15 000/kg

49

Nigellae sativa Linn.

Jintan hitam

Nigellae sativae semen

Ranunculaceae

Semak

Biji

3 000/bungkus

50

Nypa fruticans Wurmb. Nipah

Nypae folium

Arecaceae

Pohon

Daun

5 000/bungkus

51

Ocimum basilium L

Selasih

Ocimi basilii semen

Lamiaceae

Herba

Herba

5 000/bungkus

52

Orthosiphon

Kumis kucing

Orthosiphonis aristati

Lamiaceae

Herba

Daun

10 000/bungkus

Pandanaceae

Herba

Daun

2 000/ikat

aristatus(Bl.) Miq. 53

Pandanus

folium Pandan wangi

amaryllifolius Roxb.

Pandani amaryllifolii folium

54

Pangium edule Reinw.

Kluak

Pangii edule semen

Flacourtiaceae

Pohon

Biji

30 000/kg

55

Parameria laevigata (Juss). Moldenke

Kayu rapat

Parameriae laevigatae cortex

Apocynaceae

Liana

Batang

120 000/kg

44

Lampiran 1 Keanekaragaman tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbar (lanjutan) No Nama spesies Nama lokal Nama simplisia Famili Habitus Bagian Harga

Lampiran 1 Keanekaragaman tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No 56

Nama spesies Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.

Nama lokal Mahkota dewa

57

Physalis angulata L.

Ciplukan

58 59

Piper betle L. Piper cubeba L.

Sirih Lada hitam

60 61

Piper retrofractum Quercus infectoria oliv. Saurauia vulcani Korth Scaphium macropodum Pierre Sisyrinchium palmifolium L.Iridaceae Jasminum sambac (L.) W. Ait Sonchus arvensis L Stobilantes crispus BL Styrax benzoin

Cabai jawa Manjakani

62 63 64

65 66 67 68

Famili Thymelaeaceae

Habitus Perdu

Bagian Daun, buah

Harga 8 000/bungkus

Solanaceae

Herba

Herba

5 000/bungkus

Piperaceae Piperaceae

Herba Herba

Daun Buah

5 000/ikat 11 000/kg

Piperaceae Fagaceae

Herba Pohon

Buah Buah

16 000/kg 2 000/3 buah

Daun pirdot

Nama simplisia Phaleriae macrocarpae folium, Phaleriae macrocarpae fructus Physalidis angulatae herba Piperis betle folium Piperis cubebae fructus Retrofracti fructus Querci infectoriae fructus Saurauiae folium

Actinidiaceae

Pohon

Daun

20 000/kg

Sempayang

Scaphii semen

Sterculiaceae

Pohon

Biji

1 000/buah

Bawang dayak

Palmifolimi bulbus

Iridaceae

Herba

Umbi

500/umbi

Melati

Jasmin Flos

Oleaceae

Perdu

Bunga

3 000/bungkus

Tempuyung Kaji beling

Sonchi Folium Stobilantes crispi folium Styrax gum

Asteraceae Acanthaceae

Herba Herba

Daun Daun

65 000/kg 5 000/bungkus

Styracaceae

Pohon

Getah

135 000/kg

Kemenyan

45

46

Lampiran 1 Keanekaragaman tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No Nama spesies Nama lokal Nama simplisia Famili Habitus Bagian Harga 69 Swietenia Mahoni Swieteniae macrophyllae Meliaceae Pohon Biji 5 000/bungkus macrophylla King. semen 70 Sygizium aromaticum Cengkeh Sygizii aromtici flos Myrtaceae Pohon Buah 200 000/kg (Linn.) Merr 71 Blumeae balsamifera Capo Balsamiferae folium Asteaceae Perdu Daun 5 000/bungkus (L) Dc 72 Syzygium polyanthum Daun salam Syzygii polyanthi folium Myrtaceae Pohon Daun 1 000/ikat 73 Tamarindus indica Asam jawa Tamarindi fructus Fabaceae Pohon Buah 17 000/kg Benn. 74 Tinospora crispa (L.) Brotowali Tinosporae crispae lignum Menispermaeae Liana Batang 3 000/ikat Hook. F. 75 Triphasia trifolia Limau kunci Triphasiae trifoliae fructus Rutaceae Perdu Buah 11 000/kg (Burn f). F. Wils. 76 Uncaria gambir Gambir Uncariae gambir Rubiaceae Perdu Daun 5 000/bungkus Roxb. folium,uncariae gambir gum getah 10 000/buah 77 Usnea misainensis Kayu angin Usneae barbatae radix Usneaceae Epifit Seluruh 5 000/bungkus Fries. bagian 78 Vetiveria Akar wangi Vetiveriae zizinoides radix Poaceae Herba Akar 150 000/kg zizinoides(L.) Nash. 79 Zingiber officinale L Jahe Zingiberis officinale Zingiberaceae Herba Rimpang 15 000/kg rhizoma 70 Zingiber Officinale Jahe merah Zingiberis rhizoma Zingiberaceae Herba Rimpang 30 000/kg varietas Rubru 81 Zingiber purpureum Bongle Zingiberis purpurei rhizoma Zingiberaceae Herba Rimpang 15 000/kg Roxb. 82 raru Pohon Kulit 100 000/kg batang

Lampiran 2 Pengelompokan spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru berdasarkan kelompok penyakit /penggunaan No 1

2

Kelompok penyakit/penggunaan Gangguan peredaran darah

Keluarga berencana (KB)

3

Anti racun

4

Pengobatan luka

5

Diabetes

Macam penyakit/penggunaan Darah kotor, kanker darah, kurang darah, pembersih darah, penasak dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan darah Keluarga berencana (KB), membatasi kelahira, menjarangi kehamilan, pencegahan kehamilan dan penggunaan yang berhubungan dengan KB Digigit lipan, digigit serangga, keracunan jengkol, keracunan makanan, penawar racun dan penggunaan yang berhubungan dengan keracunan Luka, luka bakar, luka baru, memar, bernanah, infeksi luka dan penggunaan yang berhubungan dengan luka Kencing manis (diabetes), menurunkan kadar gula darah, sakit gula dan penyakit lain yang berhubungan dengan diabetes

Spesies tumbuhan 1)

Loranthus parasiticus , 2)Auricularia auricula, 3)Stobilantes crispus, 4) Curcuma zedoaria , 5)Tamarindus indica, 6)Caesalpinia sappan , 7)Ocimum basilium , 8)Curcuma xanthoorrhiza

1)

Ananas comosus

1)

Caesalpinia sappan ,2) Hibiscus sabdariffa

1)

Vetiveria zizinoide, 2)Centella asiantic ,3) Parameria laevigata, Caesalpinia sappan

4)

1)

Loranthus parasiticus ,2) Tinospora crispa ,3)physalis angulata, Saurauia vulcani , 5)Orthosiphon aristatus, 6)Swietenia macrophylla, 7)Ananas comosus 4)

47

6

Kelompok penyakit/penggunaan Gangguan urat saraf

7

Gigi

8

Ginjal

No

9

Jantung

10

Penyakit tumor/kanker

Macam penyakit/penggunaan Lemah urat syaraf, susah tidur (insomnia) dan penggunaan lain yang berhubungan dengan gangguan urat syaraf Gigi rusak, penguat gigi, sakit gigi dan penggunaan lain yang berhubungan dengan gigi Sakit ginjal, gagal ginjal, batu ginjal, kencing batu dan penggunaan lain yang berhubungan dengan ginjal

Spesies tumbuhan 1)

Myristica fragrans , 2) Pandanus amaryllifolius

1)

Sygizium aromaticum, 2)Aleurites moluccana , galanga , 4) Ocimum basilium

3)

Alpinia

1)

Sisyrinchium palmifolium, 2)Loranthus parasiticus , Stobilantes crispus, 4)Orthosiphon aristatus

3)

1) Sakit jantung, stroke, jantung Imperata cylindrica, 2)Sisyrinchium palmifolium, 3)Allium berdebar-debar, tekanan darah tinggi sativum , 4)physalis angulata, 5)Centella asiantica , 6)Syzygium (hipertensi) dan penggunaan lain yang polyanthus , 7)Auricularia auricula, 8)pangium edule, 9) berhubungan dengan jantung Orthosiphon aristatus, 10)Hibiscus sabdariffa, 11)Tamarindus indica, 12)Curcuma xanthoorrhiza 1) Kanker rahim, kanker payudara, Loranthus parasiticus, 2) physalis angulata, 3)Curcuma tumor rahim, tumor payudara dan zedoaria , 4)Piper cubeba, 5)Ananas comosus, 6)Eurycoma penggunaan lain yang berhubungan longlifolia, 7) Nicotiana tabacum dengan tumor dan kanker

48

Lampiran 2 Pengelompokan spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru berdasarkan kelompok penyakit /penggunaan (lanjutan)

Lampiran 2 Pengelompokan spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru berdasarkan kelompok penyakit /penggunaan (lanjutan) No 11

12

13

14

15

Kelompok penyakit/penggunaan Penyakit kelamin

Macam penyakit/penggunaan

Spesies tumbuhan

Beser mani (spermatorea), gatal di sekitar alat kelamin, impoten, infeksi kelamin, kencing nanah, lemah syahwat (psikoneurosis), rajasinga/sifilis, sakit kelamin dan penggunaan lain yang berhubungan dengan kelamin

1)

Penyakit khusus wanita Keputihan, terlambat haid, haid terlalu banyak, tidak datang haid penggunaan lain yang berhubungan dengan penyakit kewanitaan Kulit Koreng, bisul, panu, kadas, kurap, eksim, cacar, campak, borok, gatal, bengkak, luka bernanah, kudis, kutu air dan penggunaan lain yang berhubungan dengan kulit Sakit kuning Liver, sakit kuning, heoatitis, penyakit hati, hati bengkak dan penggunaan lain yang berhubungan dengan hati

1)

Malaria

1)

Malaria, demam malaria dan penggunaan lain yang berhubungan dengan malaria

Alyxia reinwardtii, 2)Piper betle

Parameria laevigata, 2)Curcuma domestica, 3)Myristica fragrans , 4)Areca catechu, 5)Piper betle , 6)Quercus infectoria, 7)Curcuma mangga , 8)Illicium verum 1)

Loranthus parasiticus , 2)Centella asiantica, 3)Syzygium polyanthum, 4) Acorus calamus, 5)Styrax benzoine, 6)kaempferia galanga , 7) Areca catechu 1)

Imperata cylindrica, 2)Sisyrinchium palmifolium, 3) Andrographis paniculata Clausena excavata, 2)Acorus calamus, 3)Styrax benzoine, 4) Eurycoma longlifolia 49

16

Kelompok penyakit/penggunaan Mata

17

Mulut

18

Otot dan persendian

19

Telinga

20

Tulang

21

Saluran pembuangan

No

Macam penyakit/penggunaan Radang mata, sakit mata, trakoma, rabun senja dan penggunaan lain yang berhubungan dengan mata Gusi bengkak, gusi berdarah, mulut bau dan mengelupas, sariawan dan penggunaan lain yang berhubungan dengan mulut Asam urat, bengkak kelenjar, kejang perut, kejang-kejang, keseleo, nyeri otot, rematik, sakit otot, sakit persendian, sakit pinggang, terkilir dan penggunaan lain yang berhubungan dengan otot dan persendian

Congek, radang anak telinga, radang telinga tengah (otitis media), sakit telinga, telinga berair, telinga berdenging, telinga merasa gatal dan penggunaan lain yang berhubungan dengan telinga Patah tulang, sakit tulang dan penggunaan lain yang berhubungan dengan tulang Ambeien, gangguan prostat, kencing darah, keringat malam, peluruh kencing, peluruh keringat, sakit saluran kemih, sembelit,

Spesies tumbuhan 1)

Piper betle

1)

Uncaria gambir , 2)Amomum compctum , 3)Aleurites moluccana , 4)Alyxia reinwardtii, 5)Melastoma malabathricum 1) Vetiveria zizinoides, 2)Sisyrinchium palmifolium, 3) Loranthus parasiticus , 4)Tinospora crispa, 5)Sygizium aromaticum , 6) Zingiber officinale, 7)Zingiber Officinale, 8) Cinnamomum burmannii, 9)Orthosiphon aristatus, 10) Zingiber purpureum, 11) Eurycoma longlifolia, 12) Garcinia xanthochymus, 13)Curcuma xanthoorrhiza, 14) Pandanus amaryllifolius 1) Alpinia galanga

1)

Boesenbergia pandurata

1)

Imperata cylindrica, 2)Sisyrinchium palmifolium, 3)Piper retrofractum, 4)Centella asiantica , 5) Camellia sinensis , 6) Citrus aurantifolia Swingle, 7)Stobilantes crispus,

50

Lampiran 2 Pengelompokan spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru berdasarkan kelompok penyakit /penggunaan (lanjutan)

Lampiran 2 Pengelompokan spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru berdasarkan kelompok penyakit /penggunaan (lanjutan) No

22

Kelompok penyakit/penggunaan

Saluran pencernaan

Macam penyakit/penggunaan

Spesies tumbuhan

susah kencing, wasir, wasir berdarah dan saluran pembuangan

8)

Cinnamomum burmannii, 9)Zingiber purpureum, 10)Swietenia macrophylla, 11) Tamarindus indica, 12)Ocimum basilium , 13) Ocimum basilium , 14)llicium verum, 15)Scaphium affinis, 16) Coriandrum sativum

Maag, kembung, masuk angin, sakit perut, cacingan, mules, murus, peluruh kentut, karminatif, muntah, diare, mencret, disentri, sakit usus, kolera, muntaber, berak darah, berak lendir, usus buntu dan penggunaan lain yang berhubungan dengan saluran pencernaan

1)

Sisyrinchium palmifolium, 2)Loranthus parasiticus, 3)Piper retrofractum, 4)Sygizium aromaticum , 5)Camellia sinensis, 6) Uncaria gambir , 7)Zingiber officinale, 8)Acorus calamus , 9) Citrus medica , 10)Amomum compctum , 11)Parameria laevigata, 12)Styrax benzoine, 13)Aleurites moluccana , 14) Kaempferia galanga , 15) Curcuma domestica, 16)Piper cubeba, 17)Alpinia galanga , 18) Phaleria macrocarpa, 19) Ananas comosus, 20) Myristica fragrans , 21)Alyxia reinwardtii, 22)Tamarindus indica, 23)Garcinia xanthochymus, 24) Andrographis paniculata, 25)Ocimum basilium, 26) Cymbopogon nardus , 27)Piper betle , 28)Curcuma aeruginosa, 29) Curcuma heyneana, 30)Helicteres isora, 31) llicium verum, 32) Cinnamomum sintoc, 33)Ixora javanica, 34) Usnea barbata, 35) Coriandrum sativum, 36)Melastoma malabathricum, 37) Foeniculum vulgare 51

52 Lampiran 2 Pengelompokan spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru berdasarkan kelompok penyakit /penggunaan (lanjutan) No Kelompok Macam penyakit/penggunaan Spesies tumbuhan penyakit/penggunaan 1) 23 Saluran pernapasan/THT Asma, batuk, flu, influensa, pilek, Imperata cylindrica, 2)Sisyrinchium palmifolium, 3)Piper sesak napas, sakit tenggorokan, TBC retrofractum, 4)Sygizium aromaticum , 5)physalis angulata, 6) dan penggunaan lain yang Mentha arvensis, 7)Malpighia coccigera, 8)Syzygium berhubungan dengan saluran polyanthum, 9)Triphasia trifolia, 10)Citrus aurantifolia pernapasan/THT Swingle, 11)Citrus hystrix, 12)Amomum compctum, 13) Kaempferia galanga, 14)Zingiber purpureum, 15)Alpinia galanga, 16)Nypa fruticans, 17)Alyxia reinwardtii, 18)Garcinia xanthochymus, 19)Andrographis paniculata, 20)Piper betle, 21) Nicotiana tabacum, 22)Curcuma aeruginosa, 23)Curcuma xanthoorrhiza, 24)Curcuma mangga, 25) Nigellae sativa. 1) 24 Perawatan kehamilan Keguguran, perawatan Piper retrofractum, 2)Parameria laevigata, 3)Anastatica dan persalinan sebelum/sesudah hierochuntica, 4)Myrmecodia platyrea, 5)Cinnamomum sintoc, 6) melahirkan/persalinan, uterine, tonic, Coriandrum sativum penyubur kandungan, susu bengkak, ASI dan penggunaan lain yang berhubungan dengan kehamilan dan melahirkan 1) 25 Perawatan organ tubuh Kegemukan, memperbesar payudara, Syzygium polyanthum, 2)Camellia sinensis, 3)Zingiber wanita mengecangkan vagina, pelangsing, purpureum, 4) Ananas comosus, 5)Curcuma heyneana peluruh lemak dan penggunaan lain yang berhubungan dengan perawatan organ tubuh wanita

Lampiran 2 Pengelompokan spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru berdasarkan kelompok penyakit /penggunaan (lanjutan) No 26

Kelompok penyakit/penggunaan Perawatan rambut, muka dan kulit

27

Sakit kepala dan demam

28

Tonikum

29

Lain-lain

Macam penyakit/penggunaan

Spesies tumbuhan

Penyubur rambut, penghalus kulit, menghilangkan ketombe, perawatan muka dan penggunaan lain yang berhubungan dengan rambut, muka dan kulit

1)

Allium sativum, 2)Michelia champaka, 3)Centella asiantica, 4) Uncaria gambir , 5)Citrus aurantifolia Swingle, 6)Citrus hystrix, 7) Phaleria macrocarpa, 8)Cocos nucifera, 9)Pandanus amaryllifolius

Sakit kepala, pusing, pening, demam, demam pada anak, demam pada orang dewasa, demam menggigil, penurun panas penggunaan lain yang berhubungan dengan sakit kepala dan demam Obat kuat, tonik, tonikum, penambah nafsu makan, kurang nafsu makan, meningkatkan enzim pencernaan, patah selera, astringen/pengelat dan penggunaan lain yang berhubungan dengan tonikum

1)

Limpa bengkak, beri-beri, sakit kuku, sakit sabun, obat tidur, obat gosok, penenang dan penggunaan lain yang tidak tercantum di atas

1)

Imperata cylindrica, 2)Loranthus parasiticus, 3)Tinospora crispa , 4)Malpighia coccigera, 5)Centella asiantica, 6) Aleurites moluccana, 7)Benincasa hispida, 8)Zingiber purpureum, 9)Alpinia galanga, 10) Alyxia reinwardtii, 11) Tamarindus indica, 12)Cymbopogon nardus, 13) Scaphium affinis 1) Sisyrinchium palmifolium, 2)Centella asiantica, 3)Syzygium polyanthum, 4)Zingiber Officinale, 5)Cinnamomum burmannii, 6) Curcuma domestica, 7)Curcuma zedoaria , 8)Eurycoma longlifolia, 9)Myrmecodia platyrea, 10)Curcuma aeruginosa, 11) Curcuma xanthoorrhiza, 12)Curcuma mangga, 13)Pandanus amaryllifolius Sisyrinchium palmifoliu, 2)Sygizium aromaticum, 3) Malpighia coccigera, 4)Zingiber officinale, 5)Cinnamomum sintoc, 6) Coriandrum sativum. 53

54

Lampiran 3 Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru No Nama produk 1 Cleng marem

Komposisi Piperis Fructus, Zingeberis Rhizoma, Cinanomi Cortex, Curcuma Rhizoma, Guazumae Folium

2 3

Mastin Putri sakti

Garcinia Mangostanae Andrographis paniculata, valerina javanica, Zingiber zerumbet, Phaleria macrocarpa

Memelihara kesehatan badan Gatal, kudis, sesak nafas, penyakit pinggang, pegel linu, encok

4

Minyak daun sirsak Samurat

Annona muricata Folium

Kanker dan tumor

Zingiberis Rhizoma, Zingiberis Aromaticae Rhizoma, Languatis Rhizoma, Myristicae Semen, Retrofracti Fructus leucaenae glauceae semen, piperis nigri Fructus, Kaempferiae Rhizoma, Centellae Herba, Foeneculli Fructus, Zingiberis Rhizoma, Eurycomae Radix, Panacis Radix, Phyllanthi Herba Alyxia Cortex, Ligustrinae Lignum, Adrographidis Herba, Myristicae Semen, Zingiberis Rhizoma, Curcumae domestica Rhizoma Curcuma Domesticae Rhizoma, Foeniculi Fructus, Alyxia Cortex, Piperis Folium, Galae Fructus, Parameria Cortex, Sachaarum Album Menthae Folium, Burmanii Cortex, Cubebae Fructus, Amomi fructus, Foeniculli Fructus, Zingiberis Rhizoma

Mengurangi nyeri pada persendian, pegal serta linu sekujur tubuh, mengurangi kelebihan asam urat memelihara kesehatan laki-laki, stamina, kesehatan ginjal, memperlancar buang air seni

5

6

Kuat lelaki macan

7

Ra-si

8

Keset wangi

9

Masuk angin

Khasiat Pegel linu

Produsen Anoman dosomuka Kudus-Indonesia Borobudur CV. Putri sakti Jawa TimutIndonesia CV. Sari alam herbal Dua putri dewi Surabaya-Indonesia Gujati 59 Surakarta-Indonesia

membantu mengurangi gatal pada kulit

Gujati 59 Surakarta -Indonesia

Mengurangi lendir dan bau tidak sedap pada organ wanita

Gujati 59 SukoharjoIndonesia Gujati 59 Surakarta -Indonesia

Meredakan gejala masuk angin seperti kepala pusing, badan meriang, perut kembung, mual dan muntah.

Lampiran 3 Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No

Nama produk

10

Helios

11

Sehat pria

12

Sakit pinggang

13

Sariawan usus

14

Jamu M

15

Pegel linu

16

Nitasan

Komposisi Curcuma domestica Rhizoma, Curcuma aeruginosae Rhizoma, Kaempferia Rhizoma, Zingiberis officinale Rhizoma, Glicirrhiza Radix, Daucucs carrota, Sacharum album Nigellaw Semen, Phyllanthi Herba, Panacis Radix, Curcumae domestica Rhizoma, Retrofracti Fructus, Leucaneae glaucea Semen, Piperis retrofractum Fructus, Zingiberis aromatica Rhizoma Zingiberis Rhizoma, Imperatae Rhizoma, Phyantii Herba, Orthusiphonis Follium, Piperis retrofractum Fructus Burmanii Cortex, Alyxia cortex, Foenecuti Fructus, Simpoli Cortex, Corlandri Fructus, Piperis Folium

Produsen

Memelihara kesehatan anak, membantu memperbaiki nafsu makan, memelihara fungsi pencernaan Membantu memelihara stamina dan menyegarkan badan

Gujati 59 SurakartaIndonesia

Meredakan sakit pegel linu dan sakit kepala

Gujati 59 SurakartaIndonesia Gujati 59 SurakartaIndonesia Gujati 59 SurakartaIndonesia

Memelihara kesehatan pencernaan dengan gejala perut mual dan kembung Membantu melancarkan haid dan membantu mengurangi nyeri pada saat haid

Gujati 59 SurakartaIndonesia

Pegel linu

Gujati 59 SurakartaIndonesia

Melangsingkan tubuh, mengurangi rasa lapar dan perih di lambung, mengurangi lendir kewanitaan

Heptasari Unggul SurabayaIndonesia

55

Foeneculi Fructus, Coriandri Fructus, Phylanthy Herba, Nigellae sativae Semen, Piperis nigri Fructus, Piperis retrofactum Fructus, curcumae domesticae Rhizoma, Melalleucae Folium, languatis galamgae Rhizoma, zingiberis Rhizoma Equiseti Herba, Alyxia Cortex, Coriandri Fructus, Piperis nigri Fructus, Plantaginis Folium, Zingiberis Rhizoma, Panacis Radix, Curcumae domestica Rhizoma, Kaempferiae Rhizoma Gallae, Guazumae follium, Parameriae Cortex, Alyxiae Cortex, Parkiae Semen, Kaemferiae Rhizoma, Arecae Semen, Curcuma domesticae Rhizoma,

Khasiat

56

Lampiran 3 Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No

Nama produk

Komposisi Piperis nigri Fructus, Zingiberis Rhizoma, Foeniculi Fructus, Cinomani cortex, Curcuma Rhizoma, Zingiberis americanae Rhizoma, Retrofracti Fructus, Amomi Fructus Andrographidis paniculata herba, valerina javanica radix, Zingiber zerumpet Radix, Phaleria marcocarpa, Piper retrofractum, Altonia Scholaris

Khasiat

17

Wayang brahmana

Meredakan pegel linu, lesu, masuk angin

18

Jamu jawa asli kunci mas

19

Susuk perut kalimantan

Gallae, curcumae domesticae rhizoma, zingeberis rhizoma, catechu, piperis folium

20

Jakarta bandung plus

Zingiber Rhizoma, curcuma Rhizoma, Miristica Fragrans, Eurycoma longifolia Radix, gingseng

Memberikan kekuatan dan daya tahan tubuh, penderita impotensi atau ejakulasi dini

21

Rapet majakani

Piperis Folium, Catechu, Gallae

Mengurangi lendir yang berlebih pada organ kewanitaan

22

Kuat lelaki cap beruang

Phillanthi Herba, Hippocampus pulveratum, Leucaenae galucae Semen, Piperis Nigri Fructus, Talinum paniculatum, Centelia Herba, Gynura pseudochina, Zingiberis Rhizoma, Eurycomae Radix, Panax Ginsheng

Memulihkan stamina yang loyo, memulihkan kesehatan fungsi ginjal, melancarkan buang air seni

Menyembuhkan Keju linu, encok, rematik, gatal, kencing manis, ambeien, penyakit pinggang, menguatakan oto-otot mengurangi lemak tubuh, mengurangi lendir pada kewanitaan

Produsen Herbal Nusantara SoloIndonesia Ikot. Kuncimas Jawa TimutIndonesia P.J akar rimba MedanIndonesia PD. Jamu muro sehat jawa TengahIndonesia PJ. Akar rimba MedanIndonesia Pj. Beruang madu jakartaIndonesia

Lampiran 3 Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No Nama produk

Komposisi

23

Jamu gemuk gs

Panak gingseng, Zingiberis Americansis Rhizoma, Zingiberis Rhizoma, Curcumae domesticae Rhizoma, Coriandri Fructus

24

Terang bulan

25

Pasopati

26

Ramuan china

Parameriae Cortex, Kaempferiae Rhizoma, Ficus deitoides folia, Curcuma Rhizoma, Guazumae folium, Curcuma domesticae Rhizoma, Alyxiae Cortex Eurycoma longifolia Radix, Pimpinella Alpina Radix, Panax Gingseng Radix, Epimedii Folium, Tribulus terestris fructus Massoiae Rhizoma, Curcumae Rhizoma, Kaempferiae Rhizoma, Piperis Nigris Fructus

27

Pusaka djawi kates

Zingiber Rhizoma, Curcuma domestica Rhizoma, Phillanti Herba, Lang rh, zingiberis americana Rhizoma

28

Goro-Goro X-tra

Yohimbae Cortex, Eurycome longifoliae Radix, Tribulus Fructus, Spimedum Folium

Khasiat Nafsu makan, mempercepat berat badan, menyegarkan badan, menyembuhkan penyakit maag, Darah rendah, mual, lemes loyo, dan tidak ada ketahanan tubuh Mengurangi lendir yang berlebih pada daerah kewanitaan

Produsen PJ. Guna sehat suryo sudarmo CilacapIndonesia

PJ. Herbal Nusantara Solo-Indonesia

Membantu memelihara stamina pria PJ. Herbal Nusantara Solo-Indonesia Asam urat, flu tulang, encok, cikungunya, pegel linu, sakit pinggang, tulang nyeri, lemah lesu, otot kaku, kesemutan di persendian, kunang-kunang, Melancarkan haid, mengurang nyeri haid, pusing mual pada waktu haid Meningkatkan stamina, meningkatkan gairah seksual, meningkatkan ereksi, mempertahankan ejakulasi lebih lama

PJ. Java Utama Jawa-Indonesia

PJ. Kates simoelliki

Pj. Kuda Sumbawa jakarta-Indonesia

57

58

Lampiran 3 Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No Nama produk 29 Extra binahong

Komposisi Binahong citrifolia, Peperomia Pellucida, pederia sacandens, Foeniculum Vulgaremill, Bidens Pilosa, Capsicum Frutescents, Phyllantus urinaria

30

Tangkur buaya Tribulus terrestrris,Hippocampus powder, Panax gingseng, Eurycameae Radix, Refractum fructus

31

Rumput fatimah

32

Sabdo Lancar Curcuma Rhizoma, Languastis Rhizoma, Alyxiae haid Cortex, Piperis nigri Fructus Sabdo pangkur Curcuma Rhizoma, Languatis Rhizoma, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Foeniculi Fructus, Parkiae Semen, Alyxiae Cortex, Piperis nigri Fructus, Kaempferiae Rhizoma, Zingiberis Rhizoma, Zingiberis purpurei Rhizoma, Pimpinellae Radix, Imperatae Rhizoma, Foenigracei Semen Gingseng Gingseng Radix, Atractylodis poria Radix, Radix kiampi pa Glycyrrhizae Radix, Pericarpium Citri Retriculatae wan Viride, Fructus ordei vulgaris Germinatus, Fructus amomi, Radix Aucklandia, Curcumae Rhizoma, fructus Crataegi

33

34

Retrofracti Fructus, Myristicae Semen, Foenicoli Fuctus, Piper betle Folium,

Khasiat Asam urat, kekuatan tulang, rematik, encok, keseleo, patah tulang, memar akibat terbentur, sakit pinggang, kaki bengkok, otot terasa kaku memelihara stamina dan kesehatan, sirkulasi darah, meredakan nyeri otot Menagatur dan Melancarkan haid, Mencegah dan mengobati keputihan, Melangsingkan badan dan melunturkan lemak, merawat dan menjaga organ tubuh, agar sehat dan awet muda Membantu melancarkan dan mengurangi nyeri saat haid membantu memelihara kesehatan pria dan nafsu makan

Produsen PJ. Padha Jaya Abadi SurabayaIndonesia

PJ. Putro Kinasih Surakarta-Indonesia Pj. Rumput fatimah Surabaya-Indonesia

PJ. Sabdo palon Sukoharjo-Solo PJ. Sabdo palon Sukoharjo-Solo

memelihara kesehatan, membantu PT . Citra Deli nafsu makan, mmeperbaiki Kreasitama peredaran darah

Lampiran 3 Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No Nama produk 35 Majakani perapet 36 Capung Syrup batuk herbal 37 Ginjal seahorse ghenshen kidney

Komposisi Gallae, Catechu, Parmeria Cortex

38

Gali gali Asli

39

Kapsida

40

Batugin

Myristica Fragrans, Eurema longifolia Radix, Zingiberis Rhizoma, Curcuma Rhizoma Coriandri Fructus, Centellae Herba, Imperatae Rhizoma, Amomi Fructus, Languatis Rhizoma, Curcuma domesticae Rhizoma, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Burmani Cortex, Andrographidis Herba Sochi Folium, Strobilanthi Folium

41

Enkasari

Abrus precatorius Folium, Piper betle folium, Liquiritiae Radix

42

Kunir asem sirih

Curcuma domesticae Rhizoma, Tamarindi Fructus, Guazumae Folium, Piperis Folium, Sacharum album

Menthae herba, Glycyrrhizae radix, Thymi Herba Panax Ginseng, Hippocampus, palntaginis Folium, Orthosiphonis Folium, Strobilanthi Folium, Retrofracti Fructus

Khasiat Mengurangi berlendir dan bau tidak sedap pada wanita meredakan batuk dan melegakan tenggorokan badan lesu dan lemah, mennguatkan syaraf, melancarkan kencing, manghancurkan batu ginjal, sakit pinggang, menjaga kebugaran, kesehatan badan dan keharmonisan rumah tangga Memberika kekuatan bagi penderita impotensi Membersihkan darah, melancarkan sistem peredaran darah

Produsen PT Eleska Prima Tiga Tangerang-Indonesia PT. Capung Indah Abadi Magelang-Indonesia PT. Ikong Pharmaceutical Industry Tangerang Indonesia

PT. Intigo Abadi-Indonesia PT. Kembang Bulan Farma Surabaya-Indonesia

Meluruhkan batu urin di ginjal PT. Kimia Farma Tbk dan saluran kencing, Melancarkan Bandung-Indonesia buang air kecil Mengurangi sariawan, PT. Kimia Farma Tbk menyegarkan mulut dan Bandung-Indonesia mengurangi bau mulut Melancarkan haid, PT. Leo agung raya menghilangkan bau tidak sedap Semarang-Indonesia pada wanita 59

60

Lampiran 3 Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No Nama produk 43 Tawon liar 44 45

Lancar asi Majakani rapet wangi

46

Pacekap

47

48 49

50

51

52

Komposisi Curcuma Rhizoma, Zingiberis Rhizoma, Zingiberis aromaticae, Panax Gingseng Sauropi Folium Gallae, Piper Betle, Parameriae Cortex, Granati Fructus Cortex, Mengurangi lendir dan bau pada organ kewanitaan Morinda citrifolia Fructus

Khasiat Asam urat, Kolestrol, stamina, pegel linu Melancarkan air susu ibu Melancarkan persalinan

Meringankan gejala tekanan darah tinggi yang ringan Sehat ramping Guazumae Folium, Curumae heyneanae Rhizoma, Mengurangi lemak dalam tubuh turmak Purpurae Rhizoma, Amomi Fructus, Murraya dan membantu menurunkan Folium berat badan Monalisa Piperis Folium, Granati Cortex, Alyxiae Cortex, Menngurngi lendir berlebih pada Parameriae Cortex, Quercus Fructus daerah kewanitaan Angkur Tribulus terrestrris, Siberian gingseng, Pimpinella Memulihkan stamina, kesehatan tribulus alpina Herba, Refractum Fructus tubuh, merredakan sakit otot pinggang serta memperbaiki sirkulasi darah Angkur putih Alstoniae Cortex, Zingiberis Rhizoma, Zingiberis Memelihara kesehatan pria, Littoralis Rhizoma, Capsicum annum Fructus, sirkulasi darah, meredakan sakit Baeckeae Folium, Piperis nigri Fructus, Talinum otot pinggang paniculatum gaerts Sakit Orthosiphonis Folium, Plantagis Folium, Meredakan pegel-pegel dan pinggang Imperatae Rhizoma, Simploci Cortex, Phyllanthi sakit pinggang, melancarkan Herba, Blumeae Folium, Melaleucae Fructus buang air kecil Tolak angin Oryza sativa, Foeniculli Fructus, Isorae Fructus, Meredakan masuk angin, gejala Caryophylli Folium, Zingiberis Rhizoma, meriang, kembung, sakit perut, Menthae arvensitis Herba, Myristicae Semen pusing, perut mual

Produsen PT. Maju jaya bersama Indonesia PT. Mecosin Indonesia PT. Mustika putri deli Medan-Indonesia PT. Puspa Pharma PT. Putro kinasih SoloIndonesia PT. Putro kinasih SoloIndonesia PT. Putro kinasih surakarta-Indonesia

PT. Putro kinasih surakarta-Indonesia

PT. Sidomuncul Semarang-Indonesia PT. Sidomuncul Semarang-Indonesia

Lampiran 3 Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Pekanbaru (lanjutan) No Nama produk Komposisi 53 Anak sehat curcuma rhizoma, curcuma aeruginosae rhizoma 54 Kuku bima Panax Radix, Tribulus Terestris, Eurycomae radix 55

Garcia

Garcinia mangostanae

56

Binari

Quercus lusitanica infectoria, Uncaria gambirae catechu, jatrophae Folium

57

Pegel linu husada

58

Zingoserin

59

Daun tapak liman Asam urat

Andrographis paniculata Herba, Valeria oficianalis Herba, Zingiber zerumbeti Rhizoma, Piper retrifractum Fructus, Alstonia Scholaris Fructus Zingiberis Rhizoma, Kaempferia Rhizoma, Myristicae Semen, Cinnamomi Cortex, Glycynhizae Radix, Menthae Arvensis folium, Oleum Menthae Piperitae Piper nigrum, Ekstrak gingseng, Zingiberis Rhizoma, Andrographidis herba, Alstaniae cortex, Cardamomi Fructus, Ligustrinae Lignum, Sintox Cortex

60

61

Yang-seng pei pa mat

Membantu memelihara stamina dan membantu memelihara kesehatan Memelihara kecantikan kulit, mencegah penuaan dini, meringankan alergi Melancarkan haid, mengurangi nyeri haid, bau tidak sedap pada wanita, Membantu meredakan pegelinu dan nyeri pada persendian

Produsen PT. Sidomuncul SemarangIndonesia PT. Sidomuncul SemarangIndonesia PT. Zena Nirma Sentosa Bogor-Indonesia Putri Binari

Putri husada Jawa TimurIndonesia

Meredakan batuk dan membantu melegakan tenggorokan

RatuLangi Medan-Indoneesia

Asam urat, encok, pegel linu, tulang, cikungunya Membantu meredakan pegel linu, sakit pinggang, Asam urat, encok, gatal-gatal, Rheumatik, kesegaran badan Meredakan batuk, sakit tenggorokan dan membantu melegakan saluran pernapasan

Surya bintang asli LampungIndonesia UD. Telaga Ayu mandiri Banyuwangi-indonesia

PT. Universal MedanIndoensia 61

Gingseng radix, Fritillariae Bulbus, Citri nobilis Cortex, Planticodi Radix, Perillae folium, Eriobotryae Folium,

Khasiat nafsu makan, cacingan

62

Lampiran 4 Spesies tumbuhan obat yang berasal dari budidaya No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Nama lokal Adas Asam jawa Asam kandis Bangle Bawang dayak Bawang putih tunggal Belingo Bunga lawang Cabai jawa Cengkeh Gambir Harendong biasa Jahe Jahe merah Jamur kuping Jeruk bali Jeruk kuku harimau Jeruk nipis Jeruk purut Jintan hitam Kapulaga Kayu manis Kayu rapat

Nama ilmiah Foeniculum vulgare Tamarindus indica Garcinia xanthochymus Zingiber purpureum Sisyrinchium palmifolium Allium sativum Benincasa hispida Illicium verum Piper retrofractum Sygizium aromaticum Uncaria gambir Melastoma malabathricum Zingiber officinale Zingiber Officinale var Auricularia auricula Citrus grandis Citrus medica Citrus aurantifolia Citrus hystrix Nigellae sativa Amomum compctum Cinnamomum burmannii Parameria laevigata

Habitus Perdu Pohon Pohon Terna Herba Herba Liana Perdu Herba Pohon Perdu Herba Herba Herba Epifit Pohon Pohon Pohon Pohon Semak Herba Pohon Liana

Bagian digunakan Buah Buah Buah Rimpang Umbi Umbi Buah Bunga Buah Buah Daun,getah Daun Rimpang Rimpang Seluruh bagian Buah Buah Buah Buah Biji Buah Kulit batang Batang

Asal Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya

Lampiran 4 Spesies tumbuhan obat yang berasal dari budidaya (lanjutan) No 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45

Nama lokal Kayu ules Kemiri Kencur Ketumbar Kluak Kumis kucing Kunyit Lada hitam Laos Lempuyeng Limau kunci Mahkota dewa Manjakani Mawar Melati Mint Nanas Pala Pandan wangi Pinang Rosela Rumput fatima

Nama ilmiah Helicteres isora Aleurites moluccana Kaempferia galanga Coriandrum sativum Pangium edule Orthosiphon aristatus Curcuma domestica Piper cubeba Alpinia galanga Zingiber aromaticum Triphasia trifolia Phaleria macrocarpa Quercus infectoria Rosa galia Jasminum sambac Mentha arvensis Ananas comosus Myristica fragrans Pandanus amaryllifolius Areca catechu Hibiscus sabdariffa Anastatica hierochuntica

Habitus Herba Pohon Herba Herba Pohon Herba Herba Herba Herba Herba Perdu Perdu Pohon Semak Perdu Perdu Herba Pohon Herba Pohon Perdu Herba

Bagian digunakan Buah Biji Rimpang Buah Biji Daun Rimpang, daun Buah Rimpang Rimpang Buah Daun, buah Buah Bunga Bunga Daun Buah Buah, bunga Daun Buah Bunga Herba

Asal Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya 63

64

Lampiran 4 Spesies tumbuhan obat yang berasal dari budidaya (lanjutan) No 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58

Nama lokal Salam Salamaki Secang Selasih Serai wangi Sirih Tembakau Temu giring Temu ireng Temu kunci Temu mangga Temu putih Temulawak

Nama ilmiah Syzygium polyanthum Cassia angustifolia Caesalpinia sappan Ocimum basilium Cymbopogon nardus Piper betle Nicotiana tabacum Curcuma heyneana Curcuma aeruginosa Boesenbergia rutunda Curcuma mangga Curcuma zedoaria Curcuma xanthoorrhiza

Lampiran 5 Spesies tumbuhan obat yang berasal dari liar hutan No Nama lokal Nama spesies 1 Kayu angin Usnea misainensis 2 Kayu raru 3 Kayu sintok Cinnamomum sintoc 4 Kemenyan Styrax benzoine 5 Mahoni Swietenia macrophylla 6 Nipah Nypa fruticans 7 Pasak bumi Eurycoma longifolia

Habitus Pohon Semak Perdu Herba Herba Herba Herba Herba Herba Herba Herba Herba Herba

Habitus Epifit Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon

Bagian digunakan Daun Daun Kayu Seluruh bagian Seluruh bagian Daun Daun Rimpang Rimpang Rimpang Rimpang Rimpang Rimpang

Bagaian digunakan Seluruh bagian Kulit batang Kulit kayu Getah Biji Daun Akar, kayu

Asal Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya

Asal Liar hutan Liar hutan Liar hutan Liar hutan Liar hutan Liar hutan Liar hutan

Lampiran 5 Spesies tumbuhan obat yang berasal dari liar hutan (lanjutan) No Nama lokal Nama spesies 8 Pirdot Saurauia vulcani 9 Pulosari Alyxia reinwardtii 10 Sarang semut Myrmecodia tuberosa 11 Sempayang Scaphium macropodum

Habitus Pohon Perdu Epifit Pohon

Bagaian digunakan Daun Kulit batang Umbi Buah

Asal Liar hutan Liar hutan Liar hutan Liar hutan

Habitus Herba Herba Epifit Liana Herba Perdu Herba Herba Herba Pohon Perdu Pohon Herba

Bagian digunakan Akar Akar Seluruh bagian Batang Seluruh bagian Daun Daun Rimpang, daun Daun Bunga Seluruh bagian Daun Daun

Asal Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan Liar non hutan

Lampiran 6 Spesies tumbuhan obat yang berasal dari liar non hutan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Nama lokal Akar alang Akar wangi Benalu teh Brotowali Ciplukan Capo Pegagan Jerangau Kaji beling Kantil Sambiloto Sicerek Tempuyung

Nama spesies Imperata cylindrica Vetiveria zizinoides Loranthus parasiticus Tinospora crispa Physalis angulata Blumeae balsamifera Centella asiantica Acorus calamus Stobilantes crispus Michelia champaka Andrographis paniculata Clausena excavata Sonchus arvensis

65

66

Lampiran 7 Daftar kategori potensi tumbuhan obat untuk pengelolaan lestari No Nama lokal Nama spesies 1 Akar alang Imperata cylindrica 2 Akar wangi Vetiveria zizinoides 3 Benalu teh Loranthus parasiticus 4 Brotowali Tinospora crispa 5 Ciplukan Physalis angulata 6 Kayu angin Usnea misainensis 7 Kayu raru 8 Kayu sintok Cinnamomum sintoc 9 Pasak bumi Eurycoma longifolia 10 Pulosari Alyxia reinwardtii 11 Sambiloto Andrographis paniculata 12 Mahoni Swietenia macrophylla 13 Sempayang Scaphium macropodum 14 Capo Blumeae balsamifera 15 Jerangau Acorus calamus 16 Kaji beling Stobilantes crispus 17 Kantil Michelia champaka 18 Kemenyan Styrax benzoine 19 Nipah Nypa fruticans 20 Pegagan Centella asiantica 21 Pinang Areca catechu 22 Pirdot Saurauia vulcani 23 Sarang semut Myrmecodia tuberosa 24 Tempuyung Sonchus arvensis

Bagaian digunakan Akar Akar Seluruh bagian Batang Seluruh bagian Seluruh bagian Kulit batang Kulit kayu Akar, kayu Kulit batang Seluruh bagian Biji Biji Daun Rimpang Daun Bunga Getah Daun Daun Buah Daun Umbi Daun

Kategori Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi

RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bungaraya (Kabupaten Siak, Provinsi Riau) pada tanggal 04 April 1994. Penulis merupakan putri ke lima dari lima bersaudara dari pasangan Bapak Barkawi dan Alm Ibu Aminah. Pendidikan formal ditempuh di SDN 1 Bungaraya 2000-2006, SMPN 1 Bungaraya 2006-2009, SMAN 1 Bungaraya 2009-2012 dan pada tahun 2012 penulis diterima sebagai mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor melalui jalur SNMPTN Undangan. Selama menempuh pendidikan di IPB penulis aktif menjadi pengurus di Unit Kegiatan Mahasiswa Persatuan Tenis Meja IPB (UKM PTM IPB), selain itu menjadi pengurus di Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova) dan sebagai anggota Kelompok Pemerhati Burung (KPB) perenjak. Kegiatan dan praktek lapangan yang pernah diikuti penulis selama menjadi mahasiswa diantaranya: Eksplorasi Fauna, Flora dan Ekowisata di Gunung Tilu Jawa Barat, Praktek Pengelolaan Ekosistem Hutan (PPEH) di Pangandaran-Gunung Sawal (2014), Eksplorasi Fauna, Flora dan Ekowisata di CA Cikepuh Sukabumi (2015), Studi Konservasi Lingkungan di Taman Nasional Tambora NTB (2015), Praktek Pengelolaan Hutan (PPH) di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan KPH Cianjur (2015), Praktek Kerja Lapang Profesi (PKLP) di Taman Nasional Gunung Ciremai (2016), serta mengikuti perlombaan Turnamen Tenis Meja se-Indonesia Bogor City seriIPB 7 (2014), Kejuaraan Terbuka Tenis Meja Internasional IPB dan Himpunan alumni IPB ke-5 (2015). Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, penulis j “K g S N Po O T o g D g g Ko P , R ” w bimbingan Dr Ir Agus Hikmat, MScF dan Prof Dr Ir Ervizal AM Zuhud, MS.