modul dewa89s mengembangkan sistem informasi bencana alam

MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI BENCANA ALAM Thursday, 12 November 2009 13:55 Oleh Hemat Dwi Nuryanto Ada faktor mendasa...

0 downloads 22 Views 511KB Size
MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI BENCANA ALAM Thursday, 12 November 2009 13:55

Oleh Hemat Dwi Nuryanto Ada faktor mendasar yang menjadi penyebab masih buruknya manajemen penanganan bencana alam di negeri ini, yakni belum tersedianya sistem informasi bencana alam yang ideal. Kesemrawutan dalam penanganan gempa bumi yang terjadi di Jawa Barat dan Sumatera Barat menunjukkan pentingnya sistem informasi dan ketersediaan peta bencana yang berbasis sistem informasi geografis serta terintegrasi dengan sistem e-Goverment pemerintah daerah. Terhambatnya arus informasi di daerah bencana bisa menyebabkan data korban menjadi simpang siur, informasi kebutuhan pengungsi menjadi tidak jelas, tindakan medis terhadap korban terlambat, dan penyaluran bantuan menjadi kalang kabut. Tak pelak lagi, teknologi informasi dan komunikasi merupakan ujung tombak manajemen informasi bencana. Ironisnya, hingga saat ini inisiatif sistem informasi bencana pemerintah daerah sangat terbatas dan sudah ketinggalan zaman. Begitupun pihak operator telekomunikasi lebih banyak mengatasi persoalannya sendiri untuk memulihkan infrastruktur dan layanan serta menyelamatkan aset investasinya. Sistem informasi bencana alam harus terpadu dengan sistem e-Goverment yang telah dibangun pemerintah daerah dan memenuhi ketentuan yang telah digariskan oleh International Strategy for Disaster Reduction (ISDR), dengan empat tahapan, yakni tahap tanggap darurat (response phase), tahap rekonstruksi dan rehabilitasi, tahap preventif dan mitigasi, dan tahap kesiapsiagaan (preparedness). Kepala daerah sebagai penanggung jawab penanganan bencana semestinya juga memiliki sistem pendukung pengambilan keputusan alias decision support system (DSS) bencana alam. Sistem tersebut juga sangat membantu Departemen Kesehatan yang saat ini salah satu program utamanya menangani korban bencana secara cepat. Dalam rangka itu modul aplikasi sistem informasi bencana, yakni emergency medical care information system (EMCIS) merupakan solusi yang tepat. Teknologi internet Dukungan sistem informasi pascaterjadinya bencana alam sangat diperlukan untuk memperlancar proses identifikasi korban, kerugian materi, dan infrastruktur. Dukungan sistem tersebut juga dapat menjadi suatu pertimbangan pengambilan keputusan guna mengambil langkah-langkah rehabilitasi pascaterjadinya gempa. Agar dapat diterima secara cepat, tepat, dan akurat, sistem informasi tersebut harus dapat diakses dengan teknologi internet. Untuk mewujudkan sistem informasi bencana, diperlukan sinkronisasi dengan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) dan data pemukiman, seperti jumlah rumah, data infrastruktur, dan data kawasan yang ada di daerah tersebut. Dari data tersebut nantinya dapat dibuat sistem informasi geografis yang memperlihatkan informasi sebelum dan sesudah terjadi bencana dengan melakukan overlay. Dengan demikian, dapat ditentukan dengan tepat dan cepat jumlah kerugian jiwa, materi, dan sarana-prasarana di daerah kejadian bencana.

1/3

MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI BENCANA ALAM Thursday, 12 November 2009 13:55

Spesifikasi dan ketentuan-ketentuan teknis sistem informasi bencana yang akan dikembangkan harus ditetapkan terlebih dahulu. Hal itu akan menentukan keberhasilan pengembangan sistem sekaligus menjadikan perencanaan dan implementasi sistem dapat berlangsung dengan sistematis dan terarah. Diperlukan lima langkah untuk mewujudkan sistem tersebut. Pertama, survei untuk identifikasi kebutuhan sistem yang mencakup data atribut ataupun data spasial, laporan/informasi yang harus dihasilkan, aliran data dan laporan, prosedur komunikasi antardaerah dan pusat, dan beberapa aspek penting lainnya. Kedua, desain sistem yang mencakup basis data, data masukan, laporan/informasi keluaran sistem, prosedur pemrosesan data, dan prosedur komunikasi. Ketiga, pembuatan program aplikasi yang mencakup modul-modul informasi kependudukan per wilayah, informasi kepemilikan tanah dan rumah, serta informasi mengenai sarana dan prasarana. Keempat, instalasi sistem yang mencakup perangkat keras dan lunak aplikasi serta internet. Kelima, pelatihan untuk user (operator administrasi). Format informasi yang dihasilkan bisa berbentuk data geografis yang dapat menginformasikan keadaan bencana dengan cepat. Data geografis merupakan data unit atau area yang tersebar secara geografis yang terbagi menjadi dua bagian, yakni data spasial (data lokasi, posisi, bentuk) dan data tekstual (data deskripsi teknis, historis, administrasi, dan lain-lain). Basis data yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi bencana alam meliputi data citra satelit per tahun, data peta kawasan, data infrastruktur, data land use, data kemiringan, data utilitas, data tekstual, data kependudukan, data kepemilikan tanah dan rumah, dan data infrastruktur di daerah. Kerusakan infrastruktur Pengembangan sistem informasi bencana alam yang cukup krusial adalah modul aplikasi EMCIS. Setelah terjadi bencana, bantuan medis merupakan bantuan yang sangat penting mengingat banyaknya korban yang akhirnya meninggal akibat terlambat mendapatkan pertolongan. Mengambil pengalaman dari kejadian gempa besar di dunia, fakta menunjukkan, sekitar 80 persen dari korban meninggal dunia pada 7 jam pertama setelah gempa terjadi. Sayangnya, bantuan medis sering kali sulit didatangkan karena kerusakan infrastruktur ke daerah yang terkena bencana. Kalaupun bantuan medis dapat didatangkan, jumlah petugas yang dapat dikirim juga terbatas. Padahal, banyak korban yang terluka parah biasanya membutuhkan perawatan yang lebih intensif sehingga perlu dikirim ke rumah sakit terdekat. Dengan keterbatasan infrastruktur transportasi, hal ini tentu saja sulit untuk dilakukan. Di sinilah arti penting dari aplikasi EMCIS. Sebab, aplikasi itu mampu melakukan fungsi telemedicine, telediagnostic, teleconsultation. Penerapan telemedicine, telediagnostic, dan teleconsultation memungkinkan pelayanan kesehatan korban bencana dilakukan di tempat kejadian tanpa harus segera dibawa ke rumah sakit. Fungsi utama aplikasi itu adalah memudahkan diagnosis, perawatan, pengawasan, dan akses terhadap tenaga ahli dan

2/3

MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI BENCANA ALAM Thursday, 12 November 2009 13:55

informasi pasien tanpa tergantung pada keterbatasan jarak atau lingkungan. Hemat Dwi Nuryanto Chairman Zamrud Technology; Alumnus UPS Toulouse Perancis Sumber : Harian Kompas, Kamis, 12 Nopember 2009

3/3